Menu

Mode Gelap
Razia Ramadan, Petugas Gabungan Periksa Enam Rumah Kos di Pacitan. ditemukan 4 penghuni tak Ber KTP Distribusi LPG Diklaim Aman, Warga Pacitan Tetap Kesulitan Dapat Gas Melon Pemkab Pacitan Luncurkan Program Sekolah Sak Ngajine, Integrasikan Madrasah Diniyah ke Sekolah Formal Lima Hari Hilang, Pemuda Pacitan Ditemukan Meninggal di Tepi Sungai Grindulu Inspektorat Pacitan Panggil Perangkat Desa, Evaluasi Pengelolaan Keuangan Tahun 2025 Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Tepi Sungai Grindulu Pacitan

Headline

Adakan Ngopi Gedhen, Format Pacitan Bahas Kekerasan Seksual

badge-check

 

Lensapacitan.com – Kasus pelecehan dan kekerasan seksual di dunia pendidikan menjadi bahasan yang diangkat Forum mahasiswa Al-Tarmasi Nusantara Kabupaten Pacitan (Format). Persoalan tersebut mereka kaji dalam sebuah acara Ngopi Gedhen di auditorium Stainu Pacitan, Sabtu (8/1) lalu.

Di mana para mahasiswa diajak untuk berpikir kritis dalam menyikapi kasus pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Beberapa gagasan dan pendapat muncul dalam Ngopi Gedhen itu. 

‘’Kegiatan ini saya rasa penting dan bermanfaat. Karena dalam acara ini bukan hanya mengutamakan ngopinya, tapi juga ada kajian-kajian yang dapat menambah wawasan para mahasiswa,’’ kata Ketua Stainu Pacitan Moh. Syuhada’ Subir.

Oleh sebab itu, pihaknya merasa beruntung ketempatan acara. Sebab, mahasiswa Stainu Pacitan bisa belajar dalam menyikapi kasus tersebut. ‘’Tentu ini menjadi sebuah penghargaan bagi institusi kami. Stainu siap dengan tangan terbuka apabila ke depan kegiatan seperti ini kembali digelar di sini,’’ ujarnya.

Dalam acara Ngopi Gedhen itu menghadirkan sejumlah narasumber. Di antaranya, sarjana psikologi lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Hannah Fithrotien Salsabila dan Amruddin Latif mahasiswa, mahasiswa pascasarjana UNY sekaligus dosen Stainu Pacitan.

Ketua Format Stainu Pacitan Muhammad Bagus Faisal mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam civitas akademika lainnya dalam mengikuti acara Ngopi Gedhen. Dia berharap dari acara tersebut bisa menghasilkan pokok-pokok pikiran tentang mencegah kasus pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

 ‘’Semoga silaturahmi ini dapat berjalan terus dengan mengangkat tema-tema ter-update lainnya. Sehingga, para anggota Format Pacitan bisa mendapat ilmu-ilmu baru,’’ katanya. (nch/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jembatan Harapan di Sungai Kalisat

6 Maret 2026 - 10:08 WIB

Ketua dan Pengurus KONI Pacitan Periode 2025–2029 Resmi Dilantik, Usung Semangat “KONI Bisa, Pacitan Juara

8 Februari 2026 - 10:31 WIB

Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Hambat Lalu Lintas Pacitan–Ponorogo

1 Januari 2026 - 19:36 WIB

Mengusung Tema “Sluman Slumun Slamet”, Festival Rawat Jagat 4 Resmi Dibuka Wabup Pacitan

24 November 2025 - 20:35 WIB

Anggaran Rp 565 Miliar Digelontorkan, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Pacitan Segera Dimulai

19 November 2025 - 19:53 WIB

Trending di Headline