Menu

Mode Gelap
Pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan Dimulai, Target Rampung Agustus 2026 Sepanjang 2025, BPBD Pacitan Catat 1.135 Kejadian Gempa di Pacitan Bendahara Desa Klesem Diduga Gelapkan Dana Desa, Kabur Bawa Laptop dan Berkas Penting Dilaporkan Hilang, Parwati Warga Jetak, Pacitan Ditemukan di Sleman Gotong Royong Nelayan Pacitan Pertahankan Tradisi Tangkap Ikan Eretan Kasus PMK Masih Ditemukan, Dinas Pastikan Tak Ada Lonjakan

Headline

Adakan Ngopi Gedhen, Format Pacitan Bahas Kekerasan Seksual

badge-check

 

Lensapacitan.com – Kasus pelecehan dan kekerasan seksual di dunia pendidikan menjadi bahasan yang diangkat Forum mahasiswa Al-Tarmasi Nusantara Kabupaten Pacitan (Format). Persoalan tersebut mereka kaji dalam sebuah acara Ngopi Gedhen di auditorium Stainu Pacitan, Sabtu (8/1) lalu.

Di mana para mahasiswa diajak untuk berpikir kritis dalam menyikapi kasus pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Beberapa gagasan dan pendapat muncul dalam Ngopi Gedhen itu. 

‘’Kegiatan ini saya rasa penting dan bermanfaat. Karena dalam acara ini bukan hanya mengutamakan ngopinya, tapi juga ada kajian-kajian yang dapat menambah wawasan para mahasiswa,’’ kata Ketua Stainu Pacitan Moh. Syuhada’ Subir.

Oleh sebab itu, pihaknya merasa beruntung ketempatan acara. Sebab, mahasiswa Stainu Pacitan bisa belajar dalam menyikapi kasus tersebut. ‘’Tentu ini menjadi sebuah penghargaan bagi institusi kami. Stainu siap dengan tangan terbuka apabila ke depan kegiatan seperti ini kembali digelar di sini,’’ ujarnya.

Dalam acara Ngopi Gedhen itu menghadirkan sejumlah narasumber. Di antaranya, sarjana psikologi lulusan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Hannah Fithrotien Salsabila dan Amruddin Latif mahasiswa, mahasiswa pascasarjana UNY sekaligus dosen Stainu Pacitan.

Ketua Format Stainu Pacitan Muhammad Bagus Faisal mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam civitas akademika lainnya dalam mengikuti acara Ngopi Gedhen. Dia berharap dari acara tersebut bisa menghasilkan pokok-pokok pikiran tentang mencegah kasus pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

 ‘’Semoga silaturahmi ini dapat berjalan terus dengan mengangkat tema-tema ter-update lainnya. Sehingga, para anggota Format Pacitan bisa mendapat ilmu-ilmu baru,’’ katanya. (nch/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Hambat Lalu Lintas Pacitan–Ponorogo

1 Januari 2026 - 19:36 WIB

Mengusung Tema “Sluman Slumun Slamet”, Festival Rawat Jagat 4 Resmi Dibuka Wabup Pacitan

24 November 2025 - 20:35 WIB

Anggaran Rp 565 Miliar Digelontorkan, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Pacitan Segera Dimulai

19 November 2025 - 19:53 WIB

Belajar Kepemimpinan Lewat Jejak Sejarah SBY, Peserta Bimteknas Demokrat Tour Museum di Pacitan

27 September 2025 - 17:16 WIB

Mayat Pelaku Pembunuhan di Temon Arjosari Ditemukan di Hutan Pacitan

26 September 2025 - 06:13 WIB

Trending di Headline