Menu

Mode Gelap
Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat 21 Hari Tanpa Hujan, Kekeringan Pacitan Berstatus Waspada.  Bhayangkara SKP Pacitan Juara Kejuaraan Bola Voli U-17 Antar Klub 2026 Peringati HLUN dan Bulan E-TIBI Plus, Pemkab Pacitan Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC

Pariwisata

Dampak Isu Megathrust terhadap Wisata Pacitan, Wisatawan Mulai Beralih Destinasi

badge-check


 Dampak Isu Megathrust terhadap Wisata Pacitan, Wisatawan Mulai Beralih Destinasi Perbesar

Pacitan – Isu potensi gempa megathrust yang berkembang di kawasan Pantai Selatan Jawa mulai memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Pacitan. Kekhawatiran terhadap ancaman bencana membuat banyak wisatawan memilih membatalkan atau mengubah rencana kunjungan mereka ke daerah pesisir Pacitan, terutama pantai-pantai yang biasanya menjadi destinasi favorit.

 

Anik Rodiyah, seorang wisatawan asal Sukoharjo, Jawa Tengah, mengaku tetap waspada selama berlibur di Pacitan. Saat ditemui di Pantai Teleng Ria pada 15 September kemarin, ia menyatakan bahwa dirinya bersama rombongan tetap mengikuti arahan pemandu jika terjadi situasi darurat. “Kita tetap waspada, hati-hati. Kalau ada sesuatu, kami diarahkan balik ke bus masing-masing,” katanya. Demi menghindari potensi risiko, rombongan tersebut pun lebih memilih mengunjungi destinasi yang jauh dari pantai, seperti pemandian air hangat.

 

Pengelola biro perjalanan wisata di Pacitan, Andi Setyawan, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung ke Pacitan menurun drastis sejak isu megathrust ramai diperbincangkan. Meskipun tidak semua wisatawan membatalkan perjalanan, banyak dari mereka yang berangkat dengan jumlah lebih sedikit dari rencana awal. “Ya, ada yang khawatir juga soal megathrust, dan kami tidak bisa memaksa mereka untuk tetap datang,” ujar Andi.

 

Kekhawatiran ini dipicu oleh pernyataan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang baru-baru ini menyebut gempa megathrust di wilayah Indonesia, terutama di Selat Sunda dan Mentawai, “tinggal menunggu waktu”. Menurut BMKG, dua segmen megathrust tersebut sudah ratusan tahun tidak mengalami gempa besar, sehingga menimbulkan kekhawatiran potensi gempa dahsyat di masa depan.

 

Kabupaten Pacitan, yang termasuk dalam delapan wilayah di Jawa Timur yang berpotensi terdampak tsunami jika terjadi gempa di Selat Sunda, ikut menjadi sorotan. Namun, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggono, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik berlebihan. Menurutnya, prediksi gempa besar sudah lama disampaikan BMKG sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan, bukan untuk menakut-nakuti. “Sampai saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi gempa bumi secara akurat kapan terjadinya,” tegas Radite.

 

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat sebaiknya memahami peringatan ini sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi potensi bencana, sehingga tetap waspada namun tidak perlu berlebihan dalam menyikapi isu tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka

29 April 2026 - 10:41 WIB

Poster Lomba Bercerita Untuk Bumi Kita di Museum & Galeri SBY ANI

Peringati Hari Bumi, Sekolah Alam Pacitan Tanam 6.600 Mangrove di Watu Mejo

24 April 2026 - 20:18 WIB

Peringati Hari Pers Nasional 2026, Wartawan Pacitan Gelar Aksi Bersih Pantai Pancer Dorr

9 Februari 2026 - 20:15 WIB

Wabup Gagarin Bersama Awak. Media dan TNI Polri membersihkan sampah

Wisata Sungai Maron Kian Hijau, PLN Nusantara Power Hadirkan Energi Bersih dan Pemberdayaan Warga

15 Januari 2026 - 11:10 WIB

Gotong Royong Nelayan Pacitan Pertahankan Tradisi Tangkap Ikan Eretan

10 Januari 2026 - 19:42 WIB

Trending di Pariwisata