Menu

Mode Gelap
Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

Kesehatan

669 Kasus DBD Melanda Pacitan di Akhir Tahun 2024, Dinkes Imbau Waspada

badge-check


 669 Kasus DBD Melanda Pacitan di Akhir Tahun 2024, Dinkes Imbau Waspada Perbesar

PACITAN – Hingga penghujung tahun 2024, Kabupaten Pacitan mencatat lonjakan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menunjukkan, per 10 Desember, sebanyak 669 kasus DBD telah terdeteksi, dengan sejumlah pasien memerlukan perawatan di rumah sakit.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pacitan, Nur Farida, menyatakan bahwa Pacitan menduduki peringkat ke-21 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dalam jumlah kasus DBD tahun ini. Kecamatan Pacitan dan Kecamatan Tegalombo menjadi wilayah dengan angka kasus tertinggi.

“Tim khusus telah diterjunkan untuk menangani kasus-kasus di lapangan. Fogging dilakukan secara berkala, namun langkah utama pencegahan tetap pada Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” ujar Farida, Selasa (10/12).

Dinkes mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip 3M: menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, dan mendaur ulang barang bekas. Langkah ini diyakini mampu meminimalisasi potensi penyebaran nyamuk penyebab DBD.

“Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga sangat penting. Kebersihan lingkungan yang kurang optimal menjadi faktor utama penyebaran nyamuk,” tambah Farida.

Selain DBD, masyarakat diminta mewaspadai leptospirosis yang sering muncul di musim hujan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang menyebar melalui urine atau darah hewan terinfeksi.

“Musim penghujan adalah saat yang rawan. Waspadai kemungkinan penyakit lain seperti leptospirosis,” tandas Farida.

Dinkes berkomitmen untuk terus siaga, termasuk dengan tim fogging yang siap turun ke lapangan sesuai permintaan masyarakat.(Not)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati HLUN dan Bulan E-TIBI Plus, Pemkab Pacitan Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC

11 Juni 2026 - 09:07 WIB

Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas

11 Februari 2026 - 11:38 WIB

Pacitan Nihil Kasus Super Flu H3N2, Dinkes Imbau Warga Tak Panik

8 Januari 2026 - 22:09 WIB

Kasus Flu Singapura Meningkat, 15 Balita di Pacitan Terinfeksi: Dinkes Minta Orang Tua Perketat Kebersihan Dan Kewaspadaan 

11 Desember 2025 - 14:06 WIB

Molamil Papa”, Inovasi Jemput Bola Nakes untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Daerah Terpencil

5 November 2025 - 09:14 WIB

Trending di Kesehatan