Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Ekonomi

Viral Video Warga Pacitan, Pemkab Pastikan Tak Ada Kendala Pendidikan

badge-check


 Viral Video Warga Pacitan, Pemkab Pastikan Tak Ada Kendala Pendidikan Perbesar

Pacitan  – Sebuah video yang memperlihatkan seorang warga Pacitan mengadu soal masa depan pendidikan anaknya viral di media sosial. Video tersebut diunggah akun TikTok @mulutnetizzen dan menampilkan Aris Prasetyadi, warga Dusun Sengon, Desa Piton, Kecamatan Punung, yang menyampaikan kekhawatiran tentang kelanjutan pendidikan anaknya kepada Bupati Pacitan, Gubernur Jawa Timur, hingga Presiden RI.

Aris, yang diketahui mengalami gangguan kecemasan dan tak keluar rumah selama lebih dari 15 tahun, mengaku khawatir anaknya tidak bisa melanjutkan ke jenjang SMA karena alasan biaya. Unggahan itu memicu reaksi cepat dari Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, langsung turun ke lapangan dan mengunjungi kediaman Aris untuk melakukan asesmen.

Hasilnya, keluarga Aris tercatat telah menerima berbagai program bantuan sosial, seperti PKH, BPNT, dan JKN-KIS. Bahkan, anak-anak Aris telah memperoleh bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), serta rumah mereka pernah mendapatkan program bedah rumah.

“Sekolah negeri di Pacitan tidak memungut biaya. Kami juga akan dampingi proses komunikasi dengan sekolah agar anak Bapak Aris bisa tetap melanjutkan pendidikan,” ujar Pandu ditulis Rabu (30/4/2025).

Ia menegaskan, pihak desa dan kecamatan akan turut serta mendampingi keluarga dalam proses pendaftaran sekolah.

“Ini juga menjadi perhatian langsung Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji,” tambahnya.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada anak di Pacitan yang putus sekolah hanya karena kendala ekonomi.

“Pendidikan adalah hak semua warga. Pemkab akan terus menjaga agar akses pendidikan tetap terbuka,” tutup Pandu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi

29 Juni 2026 - 18:56 WIB

Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah

29 Juni 2026 - 18:49 WIB

Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

26 Juni 2026 - 19:38 WIB

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Trending di Ekonomi