Menu

Mode Gelap
Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka Satpol PP Pacitan Perkuat Kapasitas Pemberantasan Rokok Ilegal, Gandeng Bea Cukai Madiun Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan Simulasi Laka Air Warnai Peringatan HKB 2026 di Watu Mejo Mangrove Park Pacitan Peringati Hari Bumi, Sekolah Alam Pacitan Tanam 6.600 Mangrove di Watu Mejo

Ekonomi

Viral Video Warga Pacitan, Pemkab Pastikan Tak Ada Kendala Pendidikan

badge-check


 Viral Video Warga Pacitan, Pemkab Pastikan Tak Ada Kendala Pendidikan Perbesar

Pacitan  – Sebuah video yang memperlihatkan seorang warga Pacitan mengadu soal masa depan pendidikan anaknya viral di media sosial. Video tersebut diunggah akun TikTok @mulutnetizzen dan menampilkan Aris Prasetyadi, warga Dusun Sengon, Desa Piton, Kecamatan Punung, yang menyampaikan kekhawatiran tentang kelanjutan pendidikan anaknya kepada Bupati Pacitan, Gubernur Jawa Timur, hingga Presiden RI.

Aris, yang diketahui mengalami gangguan kecemasan dan tak keluar rumah selama lebih dari 15 tahun, mengaku khawatir anaknya tidak bisa melanjutkan ke jenjang SMA karena alasan biaya. Unggahan itu memicu reaksi cepat dari Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, langsung turun ke lapangan dan mengunjungi kediaman Aris untuk melakukan asesmen.

Hasilnya, keluarga Aris tercatat telah menerima berbagai program bantuan sosial, seperti PKH, BPNT, dan JKN-KIS. Bahkan, anak-anak Aris telah memperoleh bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), serta rumah mereka pernah mendapatkan program bedah rumah.

“Sekolah negeri di Pacitan tidak memungut biaya. Kami juga akan dampingi proses komunikasi dengan sekolah agar anak Bapak Aris bisa tetap melanjutkan pendidikan,” ujar Pandu ditulis Rabu (30/4/2025).

Ia menegaskan, pihak desa dan kecamatan akan turut serta mendampingi keluarga dalam proses pendaftaran sekolah.

“Ini juga menjadi perhatian langsung Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji,” tambahnya.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada anak di Pacitan yang putus sekolah hanya karena kendala ekonomi.

“Pendidikan adalah hak semua warga. Pemkab akan terus menjaga agar akses pendidikan tetap terbuka,” tutup Pandu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Kelangkaan LPG 3 Kg di Pacitan Berlanjut, Antrean Panjang Mengular di Pangkalan

17 Maret 2026 - 13:47 WIB

Harga LPG 3 Kg Melebihi HET, Pemkab Pacitan Tak Berani Intervensi

17 Maret 2026 - 13:20 WIB

20.121 Penerima Bansos Desil 5 Terancam Dihapus, Skema PKH-BPNT 2026 Berubah

29 Januari 2026 - 21:48 WIB

Menjelang Nataru Dan Dampak MBG Harga Telur di Pacitan Meroket Hingga Rp30 Ribu per Kilogram 

11 Desember 2025 - 14:38 WIB

Trending di Ekonomi