Menu

Mode Gelap
Potensi Sungai Grindulu Dijajaki untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air Pikap Jatuh ke Tepi Sungai Grindulu di Pacitan, Pengemudi Luka Ringan Bendahara Desa Klesem Jadi Atensi Polisi, Kapolres Pacitan Kumpulkan 30 Kades Pura-pura Dibegal, Warga Arjosari Pacitan Ternyata Gadaikan Motor Setelah Kalah Slot Lima ODGJ di Pacitan Direhabilitasi, Kapolres Turun Langsung Lepas Pasung Karmin Sepanjang 2025, Damkar Satpol PP Pacitan Tangani Puluhan Kebakaran dan Ratusan Evakuasi Unik

Bencana Alam

Puncak Musim Hujan di Bulan Desember Ini yang Perlu Diwaspadai

badge-check


 Erwin Andriatmoko, Kepala Pelaksana BPBD Pacitan (foto: trinoto) Perbesar

Erwin Andriatmoko, Kepala Pelaksana BPBD Pacitan (foto: trinoto)

PACITAN – lensapacitan.com, Memasuki bulan Desember 2024, Kabupaten Pacitan berada dalam situasi siaga menghadapi puncak musim penghujan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Erwin Andriatmoko, mengingatkan bahwa curah hujan tinggi pada bulan ini meningkatkan potensi bencana alam, terutama tanah longsor dan banjir.

“Topografi Pacitan yang didominasi lereng dan perbukitan membuat tanah longsor menjadi ancaman utama. Namun, banjir juga perlu diwaspadai, terutama di daerah-daerah rawan genangan air,” ujar Erwin kepada Lensa Pacitan (9/12/2024).

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari kerugian harta benda maupun korban jiwa. Kerusakan infrastruktur seperti jalan, talud, dan jembatan, hingga lahan pertanian juga menjadi risiko yang harus diantisipasi.

Erwin mengimbau masyarakat untuk memantau informasi cuaca dari sumber terpercaya dan segera melaporkan jika ada tanda-tanda potensi bencana, seperti pergerakan tanah atau aliran air yang tidak normal. “Dengan kesiapsiagaan bersama, dampak bencana dapat diminimalkan,” tegas mantan Camat Tegalombo ini.

BPBD Pacitan terus siaga 24 jam untuk mengantisipasi segala kemungkinan dan memastikan penanganan cepat jika bencana terjadi. Warga juga diajak bergotong royong dalam menjaga lingkungan, seperti membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan, guna mengurangi risiko banjir.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, hingga 9 Desember 2024 tercatat sebanyak 56 kejadian bencana alam melanda wilayah ini, dengan kerugian materiil mencapai Rp748 juta 500 ribu.

Dampak dari bencana tersebut cukup besar, mencakup berbagai sektor kehidupan masyarakat. Sebanyak 31 unit rumah terdampak, 15 titik jalan rusak, 7 titik talud rusak, 4 lahan pertanian warga terdampak, 1 jembatan ambrol, 1 lokasi usaha rusak, 2 unit kandang hewan rusak, dan 1 orang meninggal dunia. (not)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Desa Kembang Latihan Tanggap Darurat Gempa dan Tsunami di Watu Mejo

25 September 2025 - 23:23 WIB

BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana di Pucangombo Tegalombo

23 September 2025 - 23:41 WIB

Camat Tulakan Imbau Warga Waspadai Longsor Akibat Hujan Deras

31 Juli 2025 - 21:07 WIB

Anomali Cuaca Picu Hujan Lebat, Nawangan Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

29 Juli 2025 - 07:14 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Nawangan Pacitan, Satu Rumah Warga Rusak

21 Mei 2025 - 06:38 WIB

Trending di Bencana Alam