Menu

Mode Gelap
Kecelakaan Maut di JLS Pacitan, Pemotor Terseret 30 Meter Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan Peringati Hari Pers Nasional 2026, Wartawan Pacitan Gelar Aksi Bersih Pantai Pancer Dorr Napaktilas PLTU Pacitan, SBY Tegaskan Pentingnya Ketahanan Energi Nasional PCNU Pacitan Gandeng RSU Medical Mandiri Gelar Pengobatan Gratis di Harlah NU

Pemerintahan

Pemkab Pacitan Terapkan Labelisasi Rumah Penerima Bansos, Ini Tujuannya

badge-check


 Pemkab Pacitan Terapkan Labelisasi Rumah Penerima Bansos, Ini Tujuannya Perbesar

LENSA PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui Dinas Sosial resmi menerbitkan Surat Edaran tentang pelaksanaan labelisasi rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bantuan sosial. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.9.1/1236/SE/DINSOS/2025 yang ditetapkan pada 29 Desember 2025.

Labelisasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya evaluasi penerima bantuan sosial agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa rumah penerima bantuan sosial, khususnya Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Sembako, serta bantuan sosial lainnya, akan diberi tanda atau label bertuliskan “KELUARGA PRA SEJAHTERA.”

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, Heri Setijono, menyampaikan bahwa kebijakan ini bertujuan meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat, mendorong pengawasan sosial, serta menjadi dasar evaluasi kelayakan penerima bantuan sosial ke depan.

“Harapannya transparansi, nggih, sehingga menimbulkan rasa sungkan atau malu bagi yang sebenarnya sudah tidak berhak menerima bantuan,” kata Heri, ditulis Kamis (1/1/2026).

Pelaksanaan labelisasi menjadi tanggung jawab pemerintah desa dan kelurahan. Seluruh biaya kegiatan dibebankan pada anggaran desa atau kelurahan sesuai ketentuan yang berlaku. Adapun format label telah ditentukan dengan ukuran 15 x 21 sentimeter.

Dalam surat edaran tersebut juga ditegaskan bahwa apabila label bantuan sosial yang telah ditempel sengaja dilepas atau dihilangkan, maka Keluarga Penerima Manfaat dianggap mengundurkan diri dan seluruh bantuan sosial yang diterima akan dihentikan.

Heri menambahkan, saat ini sudah ada dua desa yang mulai memasang stiker secara mandiri, yakni Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, dan Desa Gedompol, Kecamatan Donorojo. (Not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Karier Bendahara Desa Klesem Terancam, Diduga Selewengkan Anggaran Desa

4 Februari 2026 - 20:22 WIB

Inspektorat Pacitan Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Desa Klesem

14 Januari 2026 - 22:06 WIB

Bendahara Desa Klesem Diduga Gelapkan Dana Desa, Kabur Bawa Laptop dan Berkas Penting

13 Januari 2026 - 12:12 WIB

ADD Desa di Pacitan Turun Rp4 Miliar, Pemdes Diminta Berhemat

7 Januari 2026 - 20:04 WIB

Kasus Korupsi Dana Desa di Pacitan Mengemuka, Polres Pacitan Akan Buka Bukaan Di Februari 2026

30 Desember 2025 - 20:36 WIB

Trending di Pemerintahan