Menu

Mode Gelap
Jembatan Harapan di Sungai Kalisat Data Dibobol, Hidup Hancur, Jangan Terjebak Pinjaman Online Ilegal Safari Ramadhan di PLN Nusantara Power UP Pacitan, Dirut Tekankan Keandalan dan Integritas Kerja Kecelakaan Maut di JLS Pacitan, Pemotor Terseret 30 Meter Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan

Ekonomi

Pembuatan Tungku Batu di Dusun Batu Lapak Tetap Diminati Meski Ada Kompor Gas

badge-check


 Pembuatan Tungku Batu di Dusun Batu Lapak Tetap Diminati Meski Ada Kompor Gas Perbesar

Pacitan – Di lereng Dusun Batu Lapak, Desa Kalipelus, Kecamatan Kebonagung, aktivitas penggalian batu besar untuk dijadikan tungku kayu bakar masih berjalan seperti biasa. Tumidi (55) dan anaknya, Edi Sutikno, telah menjalani pekerjaan ini selama lebih dari lima tahun, meski kini banyak orang beralih menggunakan kompor gas dan listrik.

Setiap harinya, mereka menggarap batu persegi panjang dengan panjang sekitar 1,5 meter, lebar 50 sentimeter, dan tinggi 40 sentimeter. Batu yang keras itu dibentuk menggunakan cangkul khusus, paji besi, dan alat pukul manual. “Satu tungku bisa selesai dalam sehari,” ujar Tumidi pada Senin (17/9/2024).

Meski alat-alat modern semakin berkembang, tungku batu buatan Tumidi masih banyak diminati. Saat ini, ia tengah menyelesaikan pesanan dari Kecamatan Tulakan sebanyak 10 tungku. “Pesanan dulu belum selesai, sudah ada dua orang lain yang pesan lagi, masing-masing di atas lima tungku,” jelasnya.

Baca Juga: Rintis Usaha Ternak Kelinci, Satpam Asal Pacitan Ini Raup Jutaan per Bulan

Setelah batu dibentuk, proses penghalusan dilakukan dengan pasah kayu yang didesain khusus. Harga tungku bervariasi tergantung ukuran. Untuk tungku satu lubang dijual seharga Rp50.000, dua lubang Rp80.000, dan yang terbesar dihargai Rp120.000.

Pekerjaan ini, meski berat, memberikan penghasilan yang cukup bagi Tumidi dan keluarganya. “Kalau cuaca bagus dan badan sehat, saya bisa membuat tungku setiap hari,” pungkasnya.

Dengan menggunakan teknik tradisional dan keterampilan yang diwariskan turun-temurun, Tumidi tetap bertahan di tengah tantangan modernisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

20.121 Penerima Bansos Desil 5 Terancam Dihapus, Skema PKH-BPNT 2026 Berubah

29 Januari 2026 - 21:48 WIB

Menjelang Nataru Dan Dampak MBG Harga Telur di Pacitan Meroket Hingga Rp30 Ribu per Kilogram 

11 Desember 2025 - 14:38 WIB

Harga Cabai di Pacitan Melejit Dua Kali Lipat, Pedagang dan Warga Menjerit

3 Desember 2025 - 19:31 WIB

25 Ribu Warga Pacitan Dicoret dari BLTS Kesra, Verifikasi Dilakukan di Tingkat Desa

30 November 2025 - 15:14 WIB

Program MBG Buka Lapangan Kerja, Warga Pacitan Kini Punya Pekerjaan Tetap

27 November 2025 - 21:23 WIB

Trending di Ekonomi