LENSA PACITAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan memastikan hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu di wilayah setempat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, Nur Farida, mengatakan hasil surveilans menunjukkan Pacitan masih nihil kasus.
“Belum ada laporan kasus super flu di Pacitan,” ujar Nur Farida, Kamis (8/1/2026).
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada tanpa perlu panik. Menurutnya, istilah super flu tidak serta-merta berarti virus lebih mematikan, melainkan menunjukkan adanya perubahan genetik virus yang terus dipantau.
Dinkes Pacitan mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, penggunaan masker saat sakit, etika batuk, serta mempertimbangkan vaksin influenza sebagai langkah pencegahan.
“Edukasi etika batuk, penggunaan masker, cuci tangan, serta anjuran vaksin influenza terus kami sampaikan kepada masyarakat,” katanya
Farida menambahkan, gejala influenza A subclade K cenderung lebih berat dibanding flu biasa, seperti demam tinggi diatas 39 derajat Celcius dan rasa lemas ekstrem. Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Komplikasi seperti pneumonia atau infeksi saluran pernapasan akut berat bisa berbahaya jika tidak segera ditangani,”pungkasnya (Not)





















