Menu

Mode Gelap
Pikap Jatuh ke Tepi Sungai Grindulu di Pacitan, Pengemudi Luka Ringan Bendahara Desa Klesem Jadi Atensi Polisi, Kapolres Pacitan Kumpulkan 30 Kades Pura-pura Dibegal, Warga Arjosari Pacitan Ternyata Gadaikan Motor Setelah Kalah Slot Lima ODGJ di Pacitan Direhabilitasi, Kapolres Turun Langsung Lepas Pasung Karmin Sepanjang 2025, Damkar Satpol PP Pacitan Tangani Puluhan Kebakaran dan Ratusan Evakuasi Unik Wisata Sungai Maron Kian Hijau, PLN Nusantara Power Hadirkan Energi Bersih dan Pemberdayaan Warga

Ekonomi

Musim Kemarau Pasokan Ikan Nelayan Turun, Harga Melambung

badge-check

PACITAN – lensapacitan.com, Musim baratan membuat harga ikan sejumlah pasar tradisional di Pacitan melambung. Penyebabnya ditengarai sedikitnya jumlah nelayan yang melaut. Kondisi itu membuat tangkapan ikan yang dipasok ke pasar berkurang selama peralihan angin.

 ‘’Kalau sedang baratan, tidak ada ikan,’’ kata Sukarno, 41, nelayan Pelabuhan Tamperan Selasa (14/11/2019).

Kondisi cuaca panas membuat suhu air laut meningkat, sehingga ikan memilih berada di dasar laut atau tempat yang suhunya lebih dingin. Hal itu membuat sejumlah nelayan andon memilih pulang kampung untuk sementara waktu.

“Banyak nelayan andon yang pulang untuk sementara waktu, hingga cuaca membaik, atau ketika musim penghujan nanti,” lanjutnya. 

Mahalnya harga ikan terjadi di Pasar Arjowinangun. Lina, 44, salah seorang pedagang ikan di pasar rakyat itu khawatir merugi. Banyak calon pembeli yang melipir pergi setelah bertanya harga ikan. Juga tidak sedikit pembeli yang mengurangi jumlah pembeliannya. ‘’Harga ikan mulai naik sejak sepekan lalu,’’ ungkapnya.

Lina mengungkapkan, harga ikan layur naik dua kali lipat. Dari normalnya Rp 25 ribu, kini Rp 50 ribu per kilogram. ‘’Karena tidak ada barang. Kulaknya sudah tinggi, kalau dijual murah ya rugi,’’ ujarnya.

Selain layur, harga ikan salem, tongkol, dan tore juga terkerek naik. Masing-masing Rp 5 ribu per kilogramnya. ‘’Kalau musim baratan memang seperti ini. Kadang sampai harus ambil ikan dari luar daerah,’’ ungkapnya. (not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menjelang Nataru Dan Dampak MBG Harga Telur di Pacitan Meroket Hingga Rp30 Ribu per Kilogram 

11 Desember 2025 - 14:38 WIB

Harga Cabai di Pacitan Melejit Dua Kali Lipat, Pedagang dan Warga Menjerit

3 Desember 2025 - 19:31 WIB

25 Ribu Warga Pacitan Dicoret dari BLTS Kesra, Verifikasi Dilakukan di Tingkat Desa

30 November 2025 - 15:14 WIB

Program MBG Buka Lapangan Kerja, Warga Pacitan Kini Punya Pekerjaan Tetap

27 November 2025 - 21:23 WIB

Keluhan Nelayan Dipenuhi, Pengerukan Sedimentasi di Pelabuhan Tamperan Resmi Dimulai

24 November 2025 - 19:48 WIB

Trending di Ekonomi