Menu

Mode Gelap
25 Ribu Warga Pacitan Dicoret dari BLTS Kesra, Verifikasi Dilakukan di Tingkat Desa SBY Ajak Doa bersama untuk Korban Bencana Sumatera, Sambil Tanda Tangani Groundbreaking Goed President Hotel Pacitan Pembangunan Goed President Hotel Pacitan Resmi Dimulai, SBY dan Hermanto Tanoko Lakukan Peletakan Batu Pertama Goed President Hotel Pacitan: Era Baru Pariwisata Pacitan Dimulai! Isu Korupsi Mencuat, PMII Minta Polres dan Polda Ungkap Perkembangan Kasus  Sebagian Sekolah di Pacitan Belum Kebagian Smartboard, Distribusi Masih Berproses

Headline

Modus Penipuan Berkedok Pemesanan Nasi Box, Puskesmas Arjosari Dicatut

badge-check


 Modus Penipuan Berkedok Pemesanan Nasi Box, Puskesmas Arjosari Dicatut Perbesar

PACITAN – Lensa Pacitan, Kasus penipuan dengan modus pemesanan nasi box mengatasnamakan instansi kembali terjadi di Pacitan. Setelah mencatut nama Puskesmas Ngadirojo, pelaku kini menggunakan identitas Puskesmas Arjosari untuk melakukan aksi serupa.

Salah satu calon korban, Meru Kartini, pemilik warung makan di Desa Nanggungan, Kecamatan Pacitan, mengungkapkan bahwa ia menerima pesan dari seseorang yang mengaku sebagai pegawai puskesmas bernama Alfian. Pelaku memesan 45 kotak nasi untuk dikirim pada hari Jumat, dengan pembayaran via transfer.

“Ku ya di WA, tapi wis tak baca. Jelas penipu, kata-katane wis jelas,” ujar Meru saat dikonfirmasi, Rabu (9/4).

Meru, yang sudah curiga sejak awal, membalas pesan tersebut dengan meminta pelaku datang langsung ke warungnya dan melakukan pembayaran secara tunai. Ia menegaskan tidak akan melayani pemesanan tanpa kehadiran langsung dan pembayaran cash. Kecuali oleh pelanggan tetapnya atau orang yang dia kenal.

“Banyak banget tipu-tipu soal kuliner, Aku wis paham. Pokoke ya kui, aku mbalesi ‘datang aja ke warung, bayar cash, nanti dibikinkan,” jelasnya.

Menurut Meru, ini bukan kali pertama ia hampir menjadi korban penipuan serupa. Sebelumnya, ia pernah menerima pesanan atas nama salah satu instansi militer di Pacitan. Saat itu, uang pemesanan nasi box sebanyak 15 kotak sempat ditransfer, namun dengan jumlah lebih dari harga yang disepakati. Pelaku lalu meminta kelebihan uangnya ditransfer kembali.

“Saat itu katanya mau diambil grab. Tapi saya curiga karena bukti transfernya tidak jelas. Saya diminta terus-menerus untuk transfer balik, bahkan ditelepon terus-terusan oleh pelaku dan sopir grab-nya juga terus ditelpon. Akhirnya nasi box-nya nggak saya kasih,” kenang Meru.

Ia pun mengimbau para pelaku usaha kuliner untuk lebih waspada terhadap modus semacam ini. Tips dari Meru sederhana: minta pelanggan datang langsung ke warung dan lakukan pembayaran tunai.

“Yang bikin aneh, mereka yang pesan nggak ngerti apa saja yang dijual di warung kami. Bahkan saat dipancing dengan harga lebih tinggi dari harga paket pun langsung disetujui. Ini kan mencurigakan,” pungkasnya.

Sementara itu, warga diimbau lebih waspada dan selalu melakukan konfirmasi langsung jika menerima pesan pemesanan yang mencurigakan. (not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengusung Tema “Sluman Slumun Slamet”, Festival Rawat Jagat 4 Resmi Dibuka Wabup Pacitan

24 November 2025 - 20:35 WIB

Anggaran Rp 565 Miliar Digelontorkan, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Pacitan Segera Dimulai

19 November 2025 - 19:53 WIB

Belajar Kepemimpinan Lewat Jejak Sejarah SBY, Peserta Bimteknas Demokrat Tour Museum di Pacitan

27 September 2025 - 17:16 WIB

Mayat Pelaku Pembunuhan di Temon Arjosari Ditemukan di Hutan Pacitan

26 September 2025 - 06:13 WIB

Loket SKCK Polres Pacitan Membludak, Pemohon PPPK Rela Berdesakan

16 September 2025 - 19:35 WIB

Trending di Headline