Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Ekonomi

Memanfaatkan Limbah Tempurung Kelapa, Warga Kebonagung Ciptakan Perabot Rumah Tangga

badge-check


 Memanfaatkan Limbah Tempurung Kelapa, Warga Kebonagung Ciptakan Perabot Rumah Tangga Perbesar

Kebonagung – lensapacitan.com, Berawal dari keprihatinan melihat banyaknya limbah tempurung kelapa yang terbuang percuma, Supriadi (40), warga Dusun Salamrejo, Desa Kebonagung, Pacitan, menyulap material tersebut menjadi kerajinan tangan bernilai tinggi. Berbekal alat sederhana seperti gergaji, bor, dan amplas, Supriadi berhasil menghasilkan berbagai perabot rumah tangga, mulai dari urus, centong, hingga mangkok.

Di pekarangan rumahnya yang juga difungsikan sebagai bengkel, Supriadi terlihat sibuk menyelesaikan pesanan mangkok dari sebuah warung makan soto di Pacitan. Proses pembuatannya cukup teliti, dimulai dari membersihkan serabut kelapa di sekitar tempurung menggunakan gerinda, kemudian memotong dan merapikan hingga menyerupai mangkok.

Untuk bagian bawah, Supriadi menambahkan tatakan yang juga terbuat dari tempurung kelapa. Seluruh bagian mangkok direkatkan menggunakan lem, tanpa bahan kimia tambahan, untuk memastikan aman digunakan sebagai wadah makanan matang.

Menurut Supriadi, pesanan mulai berdatangan sejak ia rajin mengunggah foto produknya di media sosial. “Pesanan biasanya dari warung makan. Sekali pesan rata-rata 50 hingga 100 mangkok,” jelasnya. Mangkok buatannya dijual dengan harga terjangkau, hanya Rp10 ribu per buah.

Produksi mangkok tempurung kelapa ini tidak hanya mendatangkan penghasilan tambahan bagi Supriadi yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang sayur, tetapi juga membantu mengurangi limbah tempurung kelapa yang banyak ditemukan di Pacitan. Dalam sehari, Supriadi mampu memproduksi 15 hingga 20 mangkok.

Keuletan dan kreativitas Supriadi dalam memanfaatkan limbah tempurung kelapa ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomis, tetapi juga menunjukkan potensi besar kerajinan tangan berbasis bahan alami yang ramah lingkungan. (not)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi

29 Juni 2026 - 18:56 WIB

Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah

29 Juni 2026 - 18:49 WIB

Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

26 Juni 2026 - 19:38 WIB

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Trending di Ekonomi