Menu

Mode Gelap
Jembatan Harapan di Sungai Kalisat Data Dibobol, Hidup Hancur, Jangan Terjebak Pinjaman Online Ilegal Safari Ramadhan di PLN Nusantara Power UP Pacitan, Dirut Tekankan Keandalan dan Integritas Kerja Kecelakaan Maut di JLS Pacitan, Pemotor Terseret 30 Meter Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan

Kebudayaan

Kisah Cinta Kinarto Sabdo Jadi Inspirasi Event Slendhang Biru di Pacitan

badge-check


 Kisah Cinta Kinarto Sabdo Jadi Inspirasi Event Slendhang Biru di Pacitan Perbesar

Pacitan, Kabupaten Pacitan bersiap untuk menggelar event Slendhang Biru Tak Pernah Usai untuk mengenang maestro seni Kinarto Sabdo, yang terkenal dengan karyanya yang penuh makna.

 

Dalam sebuah konferensi pers di Gedung Karya Dharma, Kepala Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Pacitan, Turmudi, mengungkapkan bahwa acara tersebut akan diadakan pada hari Kamis, 20 Juni 2024, di Museum dan Galeri SBY – Ani Pacitan.

 

Menurut Turmudi, event Slendhang Biru Tak Pernah Usai akan menjadi lebih istimewa karena akan menampilkan sejumlah tokoh seni terkemuka dari seluruh Indonesia, termasuk Gondrong Gunarto, Imoeng Mulyadi, Sela Good, dan Fanny Soegi, serta tokoh-tokoh seni dari Yogyakarta dan Solo.

 

“Mereka akan membawakan karya-karya Kinarto Sabdo dengan menggunakan alat musik gamelan Jawa lama dan modern, sehingga acara ini tidak hanya menghibur orang dewasa tetapi juga para pemuda dan pemudi,”jelasnya.

 

Gondrong Gunarto, salah seorang seniman yang akan tampil dalam event tersebut, berbagi kisah menarik tentang lagu Slendhang Biru. Lagu ini dikatakan berasal dari pengalaman pahit Kinarto Sabdo ketika tergoda oleh kecantikan muridnya untuk menjadi sinden namun hubungan mereka tidak berjalan mulus.

 

Kisah cinta ini kemudian menjadi inspirasi bagi Kinarto Sabdo untuk menciptakan lagu yang penuh makna dan hingga kini masih dikenang oleh banyak orang. Selain Slendhang Biru, Kinarto Sabdo juga dikenal dengan karyanya seperti “Kelinci Ucul” dan “Perahu Layar”.

 

“Ini diambil dari judul lagu karya Kinarto Sabdo saat tergoda dengan muridnya yang cantik untuk menjadi sinden namun kandas, maka terciptalah lagu tersebut dan sampai saat ini tetap kita kenang,”katanya.

 

Event Slendhang Biru Tak Pernah Usai di Pacitan ini didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan seni dan budaya Indonesia yang membanggakan. Diharapkan, acara ini dapat menjadi momen yang mengesankan bagi para penggemar seni dan juga untuk memperkenalkan kekayaan budaya Pacitan kepada dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keris Pusaka Presiden Prabowo Ramaikan Gelar Budaya Luwung Pacitan

4 Februari 2026 - 20:16 WIB

Hari Kedua Peringatan HUT RI ke-80 di Desa Gegeran Meriah, Camat Arjosari Apresiasi Kekompakan Warga

25 Agustus 2025 - 00:05 WIB

Festival Kenthong Aji 2025, Sudimoro Hidupkan Tradisi dan Ekonomi Rakyat

21 Agustus 2025 - 10:39 WIB

Festival Ronthek Pacitan 2025 Usai, Serap Anggaran Rp 410 Juta, Ini daftar Juaranya

8 Juli 2025 - 18:54 WIB

Pring Sedhapur’ Tulakan Usung Tema Gerhana Bulan, Sajikan Atraksi Sarat Nilai

8 Juli 2025 - 18:04 WIB

Trending di Kebudayaan