Menu

Mode Gelap
OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan Simulasi Laka Air Warnai Peringatan HKB 2026 di Watu Mejo Mangrove Park Pacitan Peringati Hari Bumi, Sekolah Alam Pacitan Tanam 6.600 Mangrove di Watu Mejo Peringati Hari Bumi 2026, Warga Kiteran Tanam Ratusan Pohon Demi Selamatkan Sumber Air Pelaku Percobaan Pencurian di Arjosari Pukul Korban, Kabur ke Perbukitan

Ekonomi

Harga Kedelai Impor Naik, Produsen Kecilkan Ukuran Tahu

badge-check


PACITAN, lensapacitan.com – Harga kedelai terus melambung. Dampaknya tak sedikit pengusaha tahu tempe menghentikan aktivitas produksi. Di Pacitan pabrik tahu tetap beroperasi meski kondisinya di ambang rugi. Kondisi saat ini memang dirasakan sulit. Tak terkecuali bagi Dodik Winoto. Pasalnya di pasaran harga kedelai mencapai Rp 12.800 per kilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp 10.900 per kilogram, Senin (13/11).

Memang hingga saat ini pabrik tahu di Desa Arjowinangun, Kecamatan Pacitan itu masih tetap beroperasi. Demikian pula harga jual belum berubah, Namun Pihaknya terpaksa memperkecil ukuran tahu untuk menekan biaya produksi. “ ketebalannya belubah, lebih kecil, kalau harga masih sama Rp 28 ribu perpapan,” ujarnya.

Dodik sendiri lebih mempertimbangkan alasan kemanusiaan jika harus menaikkan harga. Meski dipusingkan dengan kenaikan harga kedelai, dia tetap memproduksi tahu setiap hari. Sampai kini juga tidak mengurangi volume produksi. Dia tidak ingin pelanggan setia kecewa. Namun, jika situasi tak berangsur membaik, keberlangsungan usahanya tentu dipertaruhkan. “ kare siklus tahunan, kalau mendekati tahun baru dan hari raya, bahan baku (kedelai) pasti naik,” kata pengusaha yang dibantu 20 pekerja ini

Hampir dua bulan harga kedelai diatas  Rp 12 ribu per kilogram, Menurutnya omzet sehari pun menurun 10 persen imbas kenaikan harga kedelai. Produsen berharap pemerintah segera mencarikan solusi agar harga kedelai impor kembali terjangkau.”omzet kira- kira turun sekitar 10 persen,” turur ketua Paguyuban Pabrik Tahu Pacitan ini.

Dia mengaku saat ini para produsen tahu di Pacitan sudah banyak yang mengeluh terkait tingginya harga kedelai ini. Meski demikian, mereka mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka juga tidak ingin menaikkan harga jual tahu.” kalau ingin menaikan harga tahu harus musyawarah dulu atar paguyuban, supaya harganya seragam,” pungkasnya (hyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Kelangkaan LPG 3 Kg di Pacitan Berlanjut, Antrean Panjang Mengular di Pangkalan

17 Maret 2026 - 13:47 WIB

Harga LPG 3 Kg Melebihi HET, Pemkab Pacitan Tak Berani Intervensi

17 Maret 2026 - 13:20 WIB

20.121 Penerima Bansos Desil 5 Terancam Dihapus, Skema PKH-BPNT 2026 Berubah

29 Januari 2026 - 21:48 WIB

Menjelang Nataru Dan Dampak MBG Harga Telur di Pacitan Meroket Hingga Rp30 Ribu per Kilogram 

11 Desember 2025 - 14:38 WIB

Trending di Ekonomi