Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Ekonomi

Harga Kambing di Pacitan Turun Drastis Akibat Wabah PMK

badge-check


 Harga Kambing di Pacitan Turun Drastis Akibat Wabah PMK Perbesar

Pacitan – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak hanya berdampak pada peternak sapi yang harus rela kehilangan hewan ternaknya akibat mati atau dijual murah. Peternak kambing di Kabupaten Pacitan juga mengalami nasib serupa, dengan harga kambing yang anjlok hingga 40-50 persen.

Dodik Pracoyo, peternak asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, menyebutkan bahwa penurunan harga kambing sangat signifikan, berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp700 ribu per ekor.

“Penurunan ini sangat terasa. Para peternak terpaksa menjual kambing dengan harga murah karena khawatir hewan ternak terkena penyakit, yang akan membuat harganya semakin jatuh,” ujar Dodik.

Penutupan pasar hewan di seluruh Kabupaten Pacitan akibat wabah PMK memperburuk kondisi, membuat aktivitas jual beli hewan ternak nyaris lumpuh.

“Rata-rata di Pacitan peternak punya sapi dan kambing. Dampaknya sama karena PMK ini tidak pandang bulu, baik sapi maupun kambing,” lanjutnya.

Sumarno, pedagang kambing di Kecamatan Tulakan, turut merasakan dampak yang sama. Ia terpaksa melakukan transaksi penjualan di luar Pasar Hewan Tulakan yang ditutup sejak 7 Januari 2025.

“Transaksi sekarang dilakukan di luar pasar, biasanya pagi-pagi saat pasaran Wage, sekitar pukul 5 pagi. Jam 6 sudah selesai,” ungkap Sumarno.

Langkah ini, menurut Sumarno, dilakukan untuk mengurangi kerugian akibat biaya pemeliharaan kambing dalam jumlah besar, terlebih dengan ancaman wabah yang masih berlangsung.

Penutupan pasar hewan dan anjloknya harga kambing menjadi tantangan besar bagi peternak dan pedagang di Pacitan. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi wabah PMK. (not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi

29 Juni 2026 - 18:56 WIB

Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah

29 Juni 2026 - 18:49 WIB

Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

26 Juni 2026 - 19:38 WIB

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Trending di Ekonomi