Pacitan – Puluhan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pacitan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Bawaslu Kabupaten Pacitan, Selasa (26/11). Demonstrasi ini digelar untuk memberikan dukungan sekaligus mengingatkan pentingnya pengawasan yang tegas dalam mengawal proses demokrasi di Pacitan.
Ketua GMNI Pacitan, Tonis Dzikrullah, dalam orasinya menyatakan kepercayaannya kepada Bawaslu Kabupaten Pacitan. “Kami sangat percaya kepada Bawaslu Pacitan. Kami di sini ingin memberikan dukungan kepada Bawaslu untuk memastikan demokrasi di Pacitan berjalan bersih dan baik,” ujar Tonis dengan tegas.
Tonis juga menyoroti pentingnya ketegasan Bawaslu dalam menindak berbagai indikasi pelanggaran yang menciderai demokrasi. “Kami datang untuk memastikan semua proses dan isu liar yang berkembang di masyarakat bisa didengar oleh Bawaslu. Jangan sampai Bawaslu kendor dalam pengawasan. Jika ada yang menciderai demokrasi, GMNI akan menjadi garda terdepan untuk melawan tindakan tersebut,” tambahnya.
Aksi tersebut mendapatkan tanggapan langsung dari Ketua Bawaslu Pacitan, Syamsul Arifin, yang menyambut para demonstran dengan terbuka. “Kami dan adik-adik GMNI memiliki semangat yang sama untuk mengawal demokrasi. Namun, kita harus bekerja sesuai regulasi dan undang-undang yang berlaku. Ada mekanisme yang harus dipatuhi, termasuk dalam pengelolaan data yang sifatnya dikecualikan untuk publik,” jelas Syamsul.
Setelah orasi, para mahasiswa diajak berdialog di ruang pertemuan Bawaslu Pacitan. Dalam diskusi tersebut, Syamsul menegaskan bahwa semua isu yang beredar di masyarakat dan media telah berada dalam pengawasan Bawaslu. “Seluruh isu dan berita yang beredar tidak lepas dari pengawasan kami. Jika memenuhi syarat formil dan materiil, isu tersebut akan dijadikan temuan untuk ditindaklanjuti,” terang Syamsul.
Ia juga menjelaskan mekanisme penanganan pelanggaran yang melibatkan Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari unsur Bawaslu, Kejaksaan Negeri Pacitan, dan Polres Pacitan. “Beberapa kasus yang kami tangani akan dikaji lebih lanjut bersama tim Gakkumdu. Mekanisme tersebut harus dipenuhi sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tambahnya.
Menanggapi penjelasan tersebut, Tonis menyatakan harapannya agar Bawaslu tetap konsisten dan tegas. “Kami percaya kepada Bawaslu. Kami berharap Bawaslu tidak pandang bulu dalam menindak pelanggaran. Jika ada pelanggaran, kami minta Bawaslu segera bertindak tegas,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Syamsul berpesan agar GMNI terus mengawal kerja Bawaslu. “Kami berharap rekan-rekan GMNI terus memberikan pengawasan, aspirasi, dan kritik kepada kami. Kami selalu terbuka untuk itu,” ujarnya.
Aksi GMNI Pacitan ini menjadi pengingat pentingnya sinergi antara masyarakat dan lembaga pengawas untuk menjaga integritas demokrasi di Kabupaten Pacitan.(jie)