Menu

Mode Gelap
Setelah Bertahun-tahun Dipasung, Karmin Pacitan Akhirnya Dapat Rehabilitasi Pacitan Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Desa Klesem Kasus Mbah Tarman Masih di Tahap Penyidikan, Berkas Belum P21 Pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan Dimulai, Target Rampung Agustus 2026 Sepanjang 2025, BPBD Pacitan Catat 1.135 Kejadian Gempa di Pacitan Bendahara Desa Klesem Diduga Gelapkan Dana Desa, Kabur Bawa Laptop dan Berkas Penting

Kesehatan

Gebrak Rumah di Ngadirojo, Bersatu Lawan Ancaman DBD

badge-check


 Gebrak Rumah di Ngadirojo, Bersatu Lawan Ancaman DBD Perbesar

PACITAN – lensapacitan.com, Untuk mengantisipasi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Kecamatan Ngadirojo menggelar Gerakan Bersama Serentak Bersih Rumah dan Bersih Kandang (Gebrak Rumah) pada Kamis, 16/1/2025). Aksi ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, sekolah, tokoh agama, hingga pemuda.

Salah satu lokasi kegiatan adalah SDN 1 Hadiluwih, Kecamatan Ngadirojo. Puluhan siswa dan guru terlihat antusias membersihkan sampah plastik dan rumput liar di lingkungan sekolah. Kegiatan ini semakin semarak dengan kehadiran Forkopimcam Ngadirojo, yakni Camat Nanang Hadwijono, Kapolsek AKP Makhmudi Kurniawan, Kepala Puskesmas Ngadirojo dr. Rini Endrawati, dan Kepala Puskesmas Wonokarto dr. Derry Herdimas.

Selain memantau, rombongan Forkopimcam juga turut membantu siswa membersihkan lingkungan sekolah. Mereka memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, termasuk bak mandi, untuk memastikan tidak ada jentik nyamuk.

Camat Ngadirojo, Nanang Hadwijono, menjelaskan bahwa Gebrak Rumah bertujuan memutus rantai penularan DBD melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN). “Pembersihan lingkungan di rumah, sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum adalah kunci utama menekan kasus DBD,” tegasnya.

Gebrak Rumah Serentak ini dilakukan di 18 desa se Kecamatan Ngadirojo, Meliput warga, instansi pemerintah desa, Sektor pendidikan dan tempat umum.

Kepala Puskesmas Ngadirojo, dr. Rini Endrawati, menyebutkan bahwa kader Jumantik telah dikerahkan untuk memantau jentik secara rutin. “Kader kami terus melakukan pemeriksaan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Berdasarkan data Puskesmas Ngadirojo, pada tahun 2024 terdapat 225 kasus DBD, dengan Desa Hadiwarno mencatat jumlah tertinggi sebanyak 36 kasus. Sementara itu, pada awal Januari 2025, sudah tercatat 15 kasus baru, di mana 7 pasien masih dirawat inap di Puskesmas Ngadirojo.

Melalui Gebrak Rumah, diharapkan kasus DBD di Kecamatan Ngadirojo dapat ditekan secara signifikan, sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga. (not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pacitan Nihil Kasus Super Flu H3N2, Dinkes Imbau Warga Tak Panik

8 Januari 2026 - 22:09 WIB

Kasus Flu Singapura Meningkat, 15 Balita di Pacitan Terinfeksi: Dinkes Minta Orang Tua Perketat Kebersihan Dan Kewaspadaan 

11 Desember 2025 - 14:06 WIB

Molamil Papa”, Inovasi Jemput Bola Nakes untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Daerah Terpencil

5 November 2025 - 09:14 WIB

Agar Aman dan Sehat, Penjamah Makanan MBG di Pacitan Dapat Pembekalan Higiene Sanitasi

26 Oktober 2025 - 19:37 WIB

Jaga Kualitas Makan Bergizi Gratis, BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan di Pacitan

25 Oktober 2025 - 16:48 WIB

Trending di Kesehatan