Menu

Mode Gelap
Paranet Semrawut di Pantai Klayar, Pemkab Pacitan Mulai Lakukan Penataan 45 Desa di Pacitan Gagal Cairkan Dana Desa Tahap II, Ronny Wahyono: “Hak Masyarakat Hilang” Ini Daftar Desa yang Gagal Mencairkan DD Tahap II di Pacitan 25 Ribu Warga Pacitan Dicoret dari BLTS Kesra, Verifikasi Dilakukan di Tingkat Desa SBY Ajak Doa bersama untuk Korban Bencana Sumatera, Sambil Tanda Tangani Groundbreaking Goed President Hotel Pacitan Pembangunan Goed President Hotel Pacitan Resmi Dimulai, SBY dan Hermanto Tanoko Lakukan Peletakan Batu Pertama

Kesehatan

Gebrak Rumah di Ngadirojo, Bersatu Lawan Ancaman DBD

badge-check


 Gebrak Rumah di Ngadirojo, Bersatu Lawan Ancaman DBD Perbesar

PACITAN – lensapacitan.com, Untuk mengantisipasi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Kecamatan Ngadirojo menggelar Gerakan Bersama Serentak Bersih Rumah dan Bersih Kandang (Gebrak Rumah) pada Kamis, 16/1/2025). Aksi ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, sekolah, tokoh agama, hingga pemuda.

Salah satu lokasi kegiatan adalah SDN 1 Hadiluwih, Kecamatan Ngadirojo. Puluhan siswa dan guru terlihat antusias membersihkan sampah plastik dan rumput liar di lingkungan sekolah. Kegiatan ini semakin semarak dengan kehadiran Forkopimcam Ngadirojo, yakni Camat Nanang Hadwijono, Kapolsek AKP Makhmudi Kurniawan, Kepala Puskesmas Ngadirojo dr. Rini Endrawati, dan Kepala Puskesmas Wonokarto dr. Derry Herdimas.

Selain memantau, rombongan Forkopimcam juga turut membantu siswa membersihkan lingkungan sekolah. Mereka memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, termasuk bak mandi, untuk memastikan tidak ada jentik nyamuk.

Camat Ngadirojo, Nanang Hadwijono, menjelaskan bahwa Gebrak Rumah bertujuan memutus rantai penularan DBD melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN). “Pembersihan lingkungan di rumah, sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum adalah kunci utama menekan kasus DBD,” tegasnya.

Gebrak Rumah Serentak ini dilakukan di 18 desa se Kecamatan Ngadirojo, Meliput warga, instansi pemerintah desa, Sektor pendidikan dan tempat umum.

Kepala Puskesmas Ngadirojo, dr. Rini Endrawati, menyebutkan bahwa kader Jumantik telah dikerahkan untuk memantau jentik secara rutin. “Kader kami terus melakukan pemeriksaan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Berdasarkan data Puskesmas Ngadirojo, pada tahun 2024 terdapat 225 kasus DBD, dengan Desa Hadiwarno mencatat jumlah tertinggi sebanyak 36 kasus. Sementara itu, pada awal Januari 2025, sudah tercatat 15 kasus baru, di mana 7 pasien masih dirawat inap di Puskesmas Ngadirojo.

Melalui Gebrak Rumah, diharapkan kasus DBD di Kecamatan Ngadirojo dapat ditekan secara signifikan, sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga. (not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Molamil Papa”, Inovasi Jemput Bola Nakes untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Daerah Terpencil

5 November 2025 - 09:14 WIB

Agar Aman dan Sehat, Penjamah Makanan MBG di Pacitan Dapat Pembekalan Higiene Sanitasi

26 Oktober 2025 - 19:37 WIB

Jaga Kualitas Makan Bergizi Gratis, BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan di Pacitan

25 Oktober 2025 - 16:48 WIB

Program STBM di Desa Tegalombo Pacitan Capai 75 Persen, Target Rampung 2026

22 September 2025 - 11:21 WIB

DPRD Pacitan Soroti Pelayanan RSUD, Jumlah Dokter Belum ideal Untuk Layani Pasien Harian

27 Agustus 2025 - 12:18 WIB

Trending di Kesehatan