Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Ekonomi

Aroma Sambal Nusantara Semerbak Pada Festival Lempung Agung 2024 di Desa Purwoasri

badge-check


 Aroma Sambal Nusantara Semerbak Pada Festival Lempung Agung 2024 di Desa Purwoasri Perbesar

Kebonagung – lensapacitan.com, Aroma semerbak aneka bumbu masakan menggugah selera para pengunjung di Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung, Minggu (13/10/2024). Bau menggoda tersebut berasal dari salah satu tenda di Festival Lempung Agung yang terletak di samping venue utama acara.

Ratusan ibu-ibu tampak sibuk menyiapkan kreasi resep sambal. Lomba kreasi sambal ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam Festival Gerabah Lempung Agung di desa setempat. Para peserta, yang mengenakan atasan putih, berlomba membuat berbagai variasi sambal nusantara.

Salah satu peserta, Sumiah, warga Desa Purwoasri, mencuri perhatian dengan sambal mangga buatannya yang menggabungkan rasa pedas dan manis. “Jadi, sambal ini ada perpaduan rasa manis, asam, dan pedas,” jelas Sumiah.

Dalam waktu 15 menit, ia dan rekannya berhasil menyelesaikan kreasi sambal mangga tersebut. Proses pembuatannya dimulai dengan mengolah bumbu sambal pada umumnya, lalu ditambah mangga muda yang diserut. “Setelah bumbu selesai, sambal kami tumis bersama mangga, dan topping-nya juga menggunakan serutan mangga,” tambahnya.

Di wilayah ini, gerabah seperti lemper dan munthu menjadi produk unggulan warga dua dusun di Desa Purwoasri. Produk gerabah mereka dikenal halus dan tidak mudah luntur saat digunakan untuk mengulek bumbu, sehingga cocok untuk kebutuhan dapur.

Pendapat serupa diungkapkan Retno Iswahyuni, peserta lomba dari PKK Kelurahan Ploso, Pacitan. “Kualitas gerabahnya bagus, harganya juga terjangkau, dan yang penting tidak luntur saat digunakan,” ungkapnya.

Baca Juga:Ada Apa Saja di Festival Gerabah Lempung Agung Purwoasri 2024

Lomba kreasi sambal nusantara ini diikuti oleh 51 kelompok PKK, dengan setiap kelompok terdiri dari dua orang. Peserta diberi kebebasan dalam memilih menu, namun bahan baku yang digunakan harus berasal dari daerah sekitar Pacitan.

“Kami menekankan pada proses pembuatan sambal, serta penataan yang sesuai dengan kreasi sambal masing-masing peserta,” jelas Ruriati, koordinator lomba kreasi sambal nusantara.

Bagi para pengunjung yang datang ke Festival Lempung Agung, mereka bebas membawa pulang gerabah yang disedekahkan oleh para pengrajin di sepanjang lokasi kegiatan. “Warga dengan ikhlas menyumbangkan sebagian karyanya untuk para pengunjung,” tambahnya.

Puncak acara Festival Gerabah Lempung Agung akan digelar kirab Lempung Agung pada pukul 15.00 WIB, yang menggambarkan proses pembuatan gerabah dari bahan mentah hingga menjadi produk jadi. (not)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi

29 Juni 2026 - 18:56 WIB

Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah

29 Juni 2026 - 18:49 WIB

Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

26 Juni 2026 - 19:38 WIB

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Trending di Ekonomi