Menu

Mode Gelap
Potensi Sungai Grindulu Dijajaki untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air Pikap Jatuh ke Tepi Sungai Grindulu di Pacitan, Pengemudi Luka Ringan Bendahara Desa Klesem Jadi Atensi Polisi, Kapolres Pacitan Kumpulkan 30 Kades Pura-pura Dibegal, Warga Arjosari Pacitan Ternyata Gadaikan Motor Setelah Kalah Slot Lima ODGJ di Pacitan Direhabilitasi, Kapolres Turun Langsung Lepas Pasung Karmin Sepanjang 2025, Damkar Satpol PP Pacitan Tangani Puluhan Kebakaran dan Ratusan Evakuasi Unik

Kesehatan

Anggota DPRD Pacitan Dorong Dinkes Peka Terhadap Penyebaran HIV/AIDS

badge-check


 Anggota DPRD Pacitan Dorong Dinkes Peka Terhadap Penyebaran HIV/AIDS Perbesar

PACITAN – Kabupaten Pacitan tengah menghadapi perbincangan intens terkait dengan meningkatnya kasus penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). 

Komisi II DPRD Pacitan, melalui pernyataan dari anggotanya, Rudi Handoko, menyatakan keprihatinannya terhadap maraknya kasus HIV/AIDS di wilayah ini. Dalam sebuah pertemuan pada Kamis (11/7), Politikus Partai Demokrat menegaskan bahwa Dinkes Pacitan harus lebih peka dan responsif terhadap situasi kesehatan yang ada.

“Dinkes memang mitra Komisi II. Dan dengan adanya penyakit menular ini kami sudah berupaya menekan kepada Dinkes agar sedemikian rupa peka terhadap situasi yang ada,” kata Rudi Handoko.

Menurutnya, upaya telah dilakukan sebelumnya dengan turun langsung ke lapangan, seperti yang pernah dilakukan di Kecamatan Tulakan. “Dulu kami bersama Dinkes sudah pernah mengadakan penekanan di wilayah Kecamatan Tulakan,” ungkapnya.

Konfirmasi dari media massa terkait peningkatan kasus ini telah mendorong Komisi II untuk segera meminta keterangan resmi dari Dinkes Pacitan.

“Kalau teman-teman media sudah menanyakan hal seperti ini tentunya kami akan segera menanyakan ke Dinkes,” tegasnya.

Rudi  juga mengkritik kurangnya keterbukaan Dinkes Pacitan terkait penyakit menular dan berbahaya ini. Dia menekankan agar Dinkes tidak hanya berpangku tangan setelah terjadi kasus baru.

“Memang keterbukaannya kurang. Dan Dinkes jangan hanya berpangku tangan, setelah ada permasalahan ada kasus baru bertindak. Kami akan mempertanyakan dulu kepada Dinkes, dari 12 Kecamatan ini bagaimana caranya untuk mengadakan sosialisasi dan penanganan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pacitan Nihil Kasus Super Flu H3N2, Dinkes Imbau Warga Tak Panik

8 Januari 2026 - 22:09 WIB

Kasus Flu Singapura Meningkat, 15 Balita di Pacitan Terinfeksi: Dinkes Minta Orang Tua Perketat Kebersihan Dan Kewaspadaan 

11 Desember 2025 - 14:06 WIB

Molamil Papa”, Inovasi Jemput Bola Nakes untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Daerah Terpencil

5 November 2025 - 09:14 WIB

Agar Aman dan Sehat, Penjamah Makanan MBG di Pacitan Dapat Pembekalan Higiene Sanitasi

26 Oktober 2025 - 19:37 WIB

Jaga Kualitas Makan Bergizi Gratis, BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan di Pacitan

25 Oktober 2025 - 16:48 WIB

Trending di Kesehatan