Menu

Mode Gelap
Jembatan Harapan di Sungai Kalisat Data Dibobol, Hidup Hancur, Jangan Terjebak Pinjaman Online Ilegal Safari Ramadhan di PLN Nusantara Power UP Pacitan, Dirut Tekankan Keandalan dan Integritas Kerja Kecelakaan Maut di JLS Pacitan, Pemotor Terseret 30 Meter Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan

Gaya Hidup

Wisata Religi di Masjid Tiban Tanjung Puro, Tempat Ngalap Berkah

badge-check


 Wisata Religi di Masjid Tiban Tanjung Puro, Tempat Ngalap Berkah Perbesar

Kabupaten Pacitan, yang kaya akan sejarah penyebaran Islam di Indonesia, menawarkan banyak peninggalan bersejarah. Salah satu yang menonjol adalah Masjid Tiban Nurul Huda di Desa Tanjung Puro, Kecamatan Ngadirojo. Masjid yang diyakini berusia ratusan tahun ini telah mengalami beberapa kali renovasi, namun masih mempertahankan ciri khasnya yang kuno.

Bangunan megah Masjid Tiban Nurul Huda kini memiliki menara yang menjulang tinggi ke langit di keempat penjuru. Bagian pintu dan jendela juga didesain dengan sentuhan modern, namun tetap mempertahankan keaslian sejarahnya. Pilar-pilar bangunan yang terbuat dari kayu jati memberikan kesan kuno yang autentik. Konon, tidak seorang pun berani mengubah posisi rangka kayu tersebut, menunjukkan penghormatan terhadap sejarah.

Meski telah mengalami beberapa kali rehab, tiang kayu kasar dan kayu berukir yang menjadi ciri khas bangunan tersebut tetap kokoh berdiri dengan warna coklat aslinya. Fasilitas lain yang masih asli adalah bedug, alat musik tabuh berbahan kayu dan kulit lembu yang terpampang di bagian kiri teras masjid.

“Ini coba lihat. Meskipun usianya sudah berabad-abad, tapi kayunya masih utuh. Ndak dimakan rayap dan sejenisnya” ucap Muhyidin (64) warga setempat. 

Asal-usul Masjid Tiban masih menjadi misteri, tanpa catatan sejarah yang jelas. Namun, berdasarkan cerita rakyat, masjid ini diyakini sebagai peninggalan Sunan Geseng. Sebagai pusat kegiatan keagamaan, Masjid Tiban selalu ramai dengan jamaah salat lima waktu dan salat Jumat yang membludak hingga ruang depan. Hal yang sama terjadi saat bulan Ramadhan, ketika jamaah salat tarawih memenuhi ruang utama.

Muhyidin,  menjelaskan bahwa keistimewaan Masjid Tiban tak berhenti di situ. Pada bulan-bulan tertentu, ruang tengah masjid kerap dijadikan tempat jujugan warga yang ingin ngalap berkah. Mereka biasanya melakukan wirid dan doa, terutama di ruang bawah rangka kayu. Tak hanya warga lokal, warga luar daerah pun ada yang sengaja datang pada waktu-waktu tertentu untuk mendapatkan berkah dari tempat yang dipercaya memiliki nilai spiritual tinggi ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PCNU Pacitan Gandeng RSU Medical Mandiri Gelar Pengobatan Gratis di Harlah NU

9 Februari 2026 - 08:40 WIB

Grand Launching di Museum SBY–Ani, dr. Warkim Satukan Buku, Inovasi, dan Pengabdian untuk Pacitan

12 Januari 2026 - 20:43 WIB

Inovasi EcoCycle Berbasis IoT–AI Diterapkan di Pacitan, Sinergi Perguruan Tinggi dan Industri Jawab Tantangan Sampah

29 Desember 2025 - 16:18 WIB

106 Anak Pacitan Ikuti Khitan Massal Baznas dengan Metode Modern

19 November 2025 - 12:58 WIB

Belum Cair, Cek Rp3 Miliar Milik Tarman Hilang “Ketlisut”

6 November 2025 - 13:50 WIB

Trending di Gaya Hidup