Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Ekonomi

Kelangkaan LPG 3 Kg di Pacitan Berlanjut, Antrean Panjang Mengular di Pangkalan

badge-check


 Kelangkaan LPG 3 Kg di Pacitan Berlanjut, Antrean Panjang Mengular di Pangkalan Perbesar

Pacitan – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Pacitan masih terus terjadi. Antrean panjang tampak mengular di salah satu pangkalan LPG di Desa Arjowinangun, Selasa pagi.

Salah seorang warga Desa Sirnoboyo, Rina Sulistyowati, mengaku sudah menunggu kedatangan truk pengangkut LPG sejak pukul 07.00 WIB. Namun, ia baru bisa mendapatkan gas sekitar pukul 10.00 WIB setelah distribusi dilakukan di pangkalan.

“Saya tadi sejak jam 7 pagi sudah menunggu, karena selama dua hari tidak mendapatkan tabung sama sekali. Bahkan selama dua hari juga tidak memasak,” ujarnya Selasa (17/3/2026).

Ia mengaku terpaksa menyiasati kebutuhan memasak dengan menggunakan peralatan listrik.

“Masaknya pakai magic com, masak nasi pakai magic com, masak mi juga pakai magic com,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan warga berdatangan untuk membeli gas melon. Tidak hanya masyarakat umum, sejumlah pengecer juga terlihat membawa empat hingga enam tabung kosong sekaligus untuk diisi.

Meski demikian, pihak pangkalan membatasi pembelian dengan ketentuan satu tabung per orang dan wajib menyertakan KTP.

Di sisi lain, harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer mengalami kenaikan signifikan. Dari harga pangkalan sekitar Rp18.000 per tabung, di tingkat pengecer melonjak menjadi Rp25.000 hingga Rp30.000 per tabung.

“Kalau di warung-warung harganya sudah sampai Rp30 ribu, itu pun barangnya sering tidak ada. Kalau ada, ya tetap dibeli, mau bagaimana lagi,” keluh warga.

Kelangkaan ini diharapkan segera mendapat perhatian dari pihak terkait agar distribusi LPG kembali normal dan masyarakat tidak semakin terbebani. (tri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi

29 Juni 2026 - 18:56 WIB

Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah

29 Juni 2026 - 18:49 WIB

Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

26 Juni 2026 - 19:38 WIB

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Trending di Ekonomi