Pacitan – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Pacitan masih terus terjadi. Antrean panjang tampak mengular di salah satu pangkalan LPG di Desa Arjowinangun, Selasa pagi.
Salah seorang warga Desa Sirnoboyo, Rina Sulistyowati, mengaku sudah menunggu kedatangan truk pengangkut LPG sejak pukul 07.00 WIB. Namun, ia baru bisa mendapatkan gas sekitar pukul 10.00 WIB setelah distribusi dilakukan di pangkalan.
“Saya tadi sejak jam 7 pagi sudah menunggu, karena selama dua hari tidak mendapatkan tabung sama sekali. Bahkan selama dua hari juga tidak memasak,” ujarnya Selasa (17/3/2026).
Ia mengaku terpaksa menyiasati kebutuhan memasak dengan menggunakan peralatan listrik.
“Masaknya pakai magic com, masak nasi pakai magic com, masak mi juga pakai magic com,” imbuhnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan warga berdatangan untuk membeli gas melon. Tidak hanya masyarakat umum, sejumlah pengecer juga terlihat membawa empat hingga enam tabung kosong sekaligus untuk diisi.
Meski demikian, pihak pangkalan membatasi pembelian dengan ketentuan satu tabung per orang dan wajib menyertakan KTP.
Di sisi lain, harga LPG 3 kilogram di tingkat pengecer mengalami kenaikan signifikan. Dari harga pangkalan sekitar Rp18.000 per tabung, di tingkat pengecer melonjak menjadi Rp25.000 hingga Rp30.000 per tabung.
“Kalau di warung-warung harganya sudah sampai Rp30 ribu, itu pun barangnya sering tidak ada. Kalau ada, ya tetap dibeli, mau bagaimana lagi,” keluh warga.
Kelangkaan ini diharapkan segera mendapat perhatian dari pihak terkait agar distribusi LPG kembali normal dan masyarakat tidak semakin terbebani. (tri)

















