Menu

Mode Gelap
Razia Ramadan, Petugas Gabungan Periksa Enam Rumah Kos di Pacitan. ditemukan 4 penghuni tak Ber KTP Distribusi LPG Diklaim Aman, Warga Pacitan Tetap Kesulitan Dapat Gas Melon Pemkab Pacitan Luncurkan Program Sekolah Sak Ngajine, Integrasikan Madrasah Diniyah ke Sekolah Formal Lima Hari Hilang, Pemuda Pacitan Ditemukan Meninggal di Tepi Sungai Grindulu Inspektorat Pacitan Panggil Perangkat Desa, Evaluasi Pengelolaan Keuangan Tahun 2025 Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Tepi Sungai Grindulu Pacitan

Pemerintahan

Pemkab Pacitan Luncurkan Program Sekolah Sak Ngajine, Integrasikan Madrasah Diniyah ke Sekolah Formal

badge-check


 Pemkab Pacitan Luncurkan Program Sekolah Sak Ngajine, Integrasikan Madrasah Diniyah ke Sekolah Formal Perbesar

LENSA PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan resmi meluncurkan program Sekolah Sak Ngajine (SSN) sebagai upaya mengintegrasikan pendidikan Madrasah Diniyah (Madin) ke dalam kegiatan pembelajaran di sekolah formal. Program ini diharapkan mampu memperkuat pendidikan keagamaan bagi para pelajar di daerah tersebut.

Peluncuran program SSN digelar di Pendopo Kabupaten Pacitan, Selasa (10/3/2026), dan dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Pacitan, pimpinan perangkat daerah, serta instansi vertikal.

Melalui program ini, materi keagamaan seperti membaca Al-Qur’an, pelajaran fiqih, hingga pendidikan dasar keislaman lainnya akan menjadi bagian dari kegiatan belajar di sekolah formal, sebagaimana mata pelajaran lainnya.

Penasehat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Provinsi Jawa Timur, K.H. Luqman Harist Dimyati atau yang akrab disapa Gus Luqman, mengatakan program Sekolah Sak Ngajine merupakan bentuk implementasi dari Undang-Undang Pesantren.

“Sekolah Sak Ngajine ini merupakan wujud pengamalan dari undang-undang pesantren,” ujar Gus Luqman ditulis Rabu (11/3/2026).

Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas tersebut menegaskan bahwa program SSN sangat penting karena selaras dengan fitrah dasar umat Islam. Ia menilai masih banyak umat Islam yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, padahal kitab suci tersebut merupakan sumber ilmu bagi umat manusia.

“Masih banyak umat Islam yang belum bisa membaca kitab sucinya, padahal Al-Qur’an adalah firman Allah yang menjadi sumber semua ilmu di dunia,” tambahnya.

Menurutnya, program Sekolah Sak Ngajine yang digagas di Pacitan ini berpotensi menjadi pilot project bagi daerah lain di Indonesia, karena konsep integrasi Madrasah Diniyah ke sekolah formal seperti ini baru pertama kali diterapkan di Pacitan.

“SSN ini bisa menjadi pilot project karena program seperti ini baru ada di Pacitan,” lanjutnya.

Peluncuran program Sekolah Sak Ngajine juga dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Quran yang diisi dengan kegiatan khataman Al-Qur’an 30 juz. Ratusan siswa-siswi dari berbagai sekolah formal di Pacitan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan bagi generasi muda dapat semakin diperkuat seiring dengan pendidikan formal yang mereka jalani. (Not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Razia Ramadan, Petugas Gabungan Periksa Enam Rumah Kos di Pacitan. ditemukan 4 penghuni tak Ber KTP

11 Maret 2026 - 11:48 WIB

Inspektorat Pacitan Panggil Perangkat Desa, Evaluasi Pengelolaan Keuangan Tahun 2025

11 Maret 2026 - 11:37 WIB

Karier Bendahara Desa Klesem Terancam, Diduga Selewengkan Anggaran Desa

4 Februari 2026 - 20:22 WIB

Inspektorat Pacitan Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Desa Klesem

14 Januari 2026 - 22:06 WIB

Bendahara Desa Klesem Diduga Gelapkan Dana Desa, Kabur Bawa Laptop dan Berkas Penting

13 Januari 2026 - 12:12 WIB

Trending di Pemerintahan