Menu

Mode Gelap
Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas Satpol PP Pacitan Perkuat Kapasitas Pemberantasan Rokok Ilegal, Gandeng Bea Cukai Madiun Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan

Bencana

Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, Satu Warga Ngadirojo Meninggal Dunia Usai Evakuasi

badge-check


 Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, Satu Warga Ngadirojo Meninggal Dunia Usai Evakuasi Perbesar

LENSA PACITAN – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,4 mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap itu menyebabkan kepanikan dan memaksa masyarakat keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Dalam peristiwa tersebut, satu warga Desa Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo, dilaporkan meninggal dunia usai melakukan evakuasi mandiri.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, membenarkan adanya korban jiwa. Namun ia menegaskan, korban tidak meninggal akibat tertimpa bangunan atau dampak langsung dari guncangan gempa.

“Satu korban meninggal dunia di Tanjungpuro, Kecamatan Ngadirojo. Tapi bukan akibat langsung gempa. Setelah evakuasi, korban sempat istirahat, kemudian saat berdiri mendadak meninggal dunia,” ujar Erwin, Jumat (6/2/2026) pagi.

Erwin menduga korban meninggal karena faktor kesehatan atau kelelahan setelah mengalami kepanikan akibat gempa.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 01.06 WIB dengan parameter update Magnitudo 6,4. Episenter gempa berada di laut pada jarak sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman 58 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” jelas Daryono.

Guncangan dirasakan cukup kuat di Pacitan, Bantul, dan Sleman dengan intensitas IV MMI, di mana getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Sementara intensitas III MMI dirasakan di sejumlah wilayah lain seperti Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Blitar, Surakarta, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, hingga Banjarnegara. (Not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jelang Ramadhan, Menara Mushola Al Iman di Sumberharjo Pacitan Justru Ambruk Usai Gempa 6,4

6 Februari 2026 - 21:33 WIB

Wagub Jatim Emil Dardak Tinjau Rumah Warga Terdampak Gempa di Pacitan

6 Februari 2026 - 21:27 WIB

Terbaru, Belasan Rumah di Pacitan Rusak Terdampak Gempa M 6,4, Warga Trauma

6 Februari 2026 - 21:21 WIB

Bupati Pacitan Tinjau Rumah Warga Terdampak Gempa di Desa Menadi

6 Februari 2026 - 14:26 WIB

Gempa Pacitan, Seorang Warga Meninggal Dunia, Punya riwayat Penyakit Hipertensi 

6 Februari 2026 - 14:01 WIB

Trending di Bencana