LENSA PACITAN – Karmin, warga Dusun Ketro, Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, terpaksa menjalani hidup di dalam rumah pasung selama bertahun-tahun akibat gangguan kejiwaan yang dideritanya.
Karmin harus tinggal di bangunan semi permanen berukuran sekitar 2 x 2 meter yang dibangun khusus oleh adik kandungnya di belakang rumah. Di dalam ruang sempit itu, tersedia sebuah WC yang digunakan Karmin untuk buang air besar sekaligus sebagai tempat tidur.
Menurut Jarmi, Adik Ipar Karmin, kondisi tersebut telah berlangsung sekitar lima tahun terakhir sejak Karmin tinggal bersamanya. Sebelumnya, Karmin dirawat oleh ibunya hingga sang ibu meninggal dunia.
“Kalau ikut saya itu sekitar lima tahunan. Sebelumnya ikut ibunya. Setelah ibunya meninggal, ikut saya dulunya juga ditempatkan ruang khusus,” ujar Jarmi Rabu (14/1/2026).
Gangguan kejiwaan Karmin diketahui telah muncul sejak remaja. Awalnya Karmin masih bisa berkeliaran seperti warga pada umumnya. Namun seiring waktu, ia kerap mengamuk, berteriak-teriak, dan merusak barang-barang di sekitarnya, sehingga orang tuanya memutuskan untuk memasung demi keselamatan keluarga dan lingkungan.
Di dalam rumah pasung tersebut, Karmin kerap berada tanpa busana. Setiap kali diberi pakaian, selalu dilepaskannya.
“Kalau tidak dipasung itu sering bengok-bengok atau ngamuk, sampai merusak barang-barang,” jelas Jarmi.
Selama ini, kebutuhan makan Karmin dipenuhi oleh Sukir, adik kandungnya, yang setiap hari memberi makan sebanyak tiga kali.
Kabar baik datang pada hari ini. Karmin akhirnya dievakuasi dan menjalani rehabilitasi oleh Ipda Purnomo bersama Yayasan Berkas Bersinar Abadi Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
“Ya senang sekali, akhirnya ada yang peduli. Mudah-mudahan bisa sembuh,” pungkas Jarmi dengan nada haru. (Not)





















