Menu

Mode Gelap
Setelah Bertahun-tahun Dipasung, Karmin Pacitan Akhirnya Dapat Rehabilitasi Pacitan Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Desa Klesem Kasus Mbah Tarman Masih di Tahap Penyidikan, Berkas Belum P21 Pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan Dimulai, Target Rampung Agustus 2026 Sepanjang 2025, BPBD Pacitan Catat 1.135 Kejadian Gempa di Pacitan Bendahara Desa Klesem Diduga Gelapkan Dana Desa, Kabur Bawa Laptop dan Berkas Penting

Peristiwa

Setelah Bertahun-tahun Dipasung, Karmin Pacitan Akhirnya Dapat Rehabilitasi

badge-check


 Setelah Bertahun-tahun Dipasung, Karmin Pacitan Akhirnya Dapat Rehabilitasi Perbesar

LENSA PACITAN – Karmin, warga Dusun Ketro, Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, terpaksa menjalani hidup di dalam rumah pasung selama bertahun-tahun akibat gangguan kejiwaan yang dideritanya.

Karmin harus tinggal di bangunan semi permanen berukuran sekitar 2 x 2 meter yang dibangun khusus oleh adik kandungnya di belakang rumah. Di dalam ruang sempit itu, tersedia sebuah WC yang digunakan Karmin untuk buang air besar sekaligus sebagai tempat tidur.

Menurut Jarmi, Adik Ipar Karmin, kondisi tersebut telah berlangsung sekitar lima tahun terakhir sejak Karmin tinggal bersamanya. Sebelumnya, Karmin dirawat oleh ibunya hingga sang ibu meninggal dunia.

“Kalau ikut saya itu sekitar lima tahunan. Sebelumnya ikut ibunya. Setelah ibunya meninggal, ikut saya dulunya juga ditempatkan ruang khusus,” ujar Jarmi Rabu (14/1/2026).

Gangguan kejiwaan Karmin diketahui telah muncul sejak remaja. Awalnya Karmin masih bisa berkeliaran seperti warga pada umumnya. Namun seiring waktu, ia kerap mengamuk, berteriak-teriak, dan merusak barang-barang di sekitarnya, sehingga orang tuanya memutuskan untuk memasung demi keselamatan keluarga dan lingkungan.

Di dalam rumah pasung tersebut, Karmin kerap berada tanpa busana. Setiap kali diberi pakaian, selalu dilepaskannya.

“Kalau tidak dipasung itu sering bengok-bengok atau ngamuk, sampai merusak barang-barang,” jelas Jarmi.

Selama ini, kebutuhan makan Karmin dipenuhi oleh Sukir, adik kandungnya, yang setiap hari memberi makan sebanyak tiga kali.

Kabar baik datang pada hari ini. Karmin akhirnya dievakuasi dan menjalani rehabilitasi oleh Ipda Purnomo bersama Yayasan Berkas Bersinar Abadi Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

“Ya senang sekali, akhirnya ada yang peduli. Mudah-mudahan bisa sembuh,” pungkas Jarmi dengan nada haru. (Not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sepanjang 2025, BPBD Pacitan Catat 1.135 Kejadian Gempa di Pacitan

13 Januari 2026 - 12:21 WIB

Dilaporkan Hilang, Parwati Warga Jetak, Pacitan Ditemukan di Sleman

10 Januari 2026 - 19:50 WIB

Damkar Satpol PP Pacitan Evakuasi Sarang Vespa dan Ular Kobra di Pringkuku

8 Januari 2026 - 21:54 WIB

Tulang Kerangka Manusia Ditemukan di Gunung Jinem, Diduga Warga yang Hilang 5 Bulan Lalu

3 Januari 2026 - 15:04 WIB

Gudang Serbuk Kayu di Pabrik Kayu Lapis Donorojo Pacitan Terbakar

30 Desember 2025 - 19:14 WIB

Trending di Peristiwa