Menu

Mode Gelap
OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan Simulasi Laka Air Warnai Peringatan HKB 2026 di Watu Mejo Mangrove Park Pacitan Peringati Hari Bumi, Sekolah Alam Pacitan Tanam 6.600 Mangrove di Watu Mejo Peringati Hari Bumi 2026, Warga Kiteran Tanam Ratusan Pohon Demi Selamatkan Sumber Air Pelaku Percobaan Pencurian di Arjosari Pukul Korban, Kabur ke Perbukitan

Peristiwa

Setelah Bertahun-tahun Dipasung, Karmin Pacitan Akhirnya Dapat Rehabilitasi

badge-check


 Setelah Bertahun-tahun Dipasung, Karmin Pacitan Akhirnya Dapat Rehabilitasi Perbesar

LENSA PACITAN – Karmin, warga Dusun Ketro, Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, terpaksa menjalani hidup di dalam rumah pasung selama bertahun-tahun akibat gangguan kejiwaan yang dideritanya.

Karmin harus tinggal di bangunan semi permanen berukuran sekitar 2 x 2 meter yang dibangun khusus oleh adik kandungnya di belakang rumah. Di dalam ruang sempit itu, tersedia sebuah WC yang digunakan Karmin untuk buang air besar sekaligus sebagai tempat tidur.

Menurut Jarmi, Adik Ipar Karmin, kondisi tersebut telah berlangsung sekitar lima tahun terakhir sejak Karmin tinggal bersamanya. Sebelumnya, Karmin dirawat oleh ibunya hingga sang ibu meninggal dunia.

“Kalau ikut saya itu sekitar lima tahunan. Sebelumnya ikut ibunya. Setelah ibunya meninggal, ikut saya dulunya juga ditempatkan ruang khusus,” ujar Jarmi Rabu (14/1/2026).

Gangguan kejiwaan Karmin diketahui telah muncul sejak remaja. Awalnya Karmin masih bisa berkeliaran seperti warga pada umumnya. Namun seiring waktu, ia kerap mengamuk, berteriak-teriak, dan merusak barang-barang di sekitarnya, sehingga orang tuanya memutuskan untuk memasung demi keselamatan keluarga dan lingkungan.

Di dalam rumah pasung tersebut, Karmin kerap berada tanpa busana. Setiap kali diberi pakaian, selalu dilepaskannya.

“Kalau tidak dipasung itu sering bengok-bengok atau ngamuk, sampai merusak barang-barang,” jelas Jarmi.

Selama ini, kebutuhan makan Karmin dipenuhi oleh Sukir, adik kandungnya, yang setiap hari memberi makan sebanyak tiga kali.

Kabar baik datang pada hari ini. Karmin akhirnya dievakuasi dan menjalani rehabilitasi oleh Ipda Purnomo bersama Yayasan Berkas Bersinar Abadi Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

“Ya senang sekali, akhirnya ada yang peduli. Mudah-mudahan bisa sembuh,” pungkas Jarmi dengan nada haru. (Not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelaku Percobaan Pencurian di Arjosari Pukul Korban, Kabur ke Perbukitan

5 April 2026 - 21:25 WIB

Diduga Ngantuk, Avanza Tabrak Motor lalu Terjun ke Sungai di Arjosari

26 Maret 2026 - 19:02 WIB

Adik Tewas Kecelakaan Karena dikejar Polisi, Akad Nikah di Ruang Jenazah RSUD Pacitan.

26 Maret 2026 - 18:58 WIB

Polisi Jadi Korban, Pemuda 22 Tahun Tersangka Bentrok Rontek Gugah Sahur di Pacitan

26 Maret 2026 - 18:56 WIB

Dikejar Polisi, Pemuda Asal Brebes Tewas Kecelakaan di Pacitan

25 Maret 2026 - 19:28 WIB

Trending di Peristiwa