Menu

Mode Gelap
Bendahara Desa Klesem Jadi Atensi Polisi, Kapolres Pacitan Kumpulkan 30 Kades Pura-pura Dibegal, Warga Arjosari Pacitan Ternyata Gadaikan Motor Setelah Kalah Slot Lima ODGJ di Pacitan Direhabilitasi, Kapolres Turun Langsung Lepas Pasung Karmin Sepanjang 2025, Damkar Satpol PP Pacitan Tangani Puluhan Kebakaran dan Ratusan Evakuasi Unik Wisata Sungai Maron Kian Hijau, PLN Nusantara Power Hadirkan Energi Bersih dan Pemberdayaan Warga Setelah Bertahun-tahun Dipasung, Karmin Pacitan Akhirnya Dapat Rehabilitasi

Pendidikan

Semarak Reog Meriahkan Perpisahan Siswa MIM Padi III Tulakan

badge-check


 Semarak Reog Meriahkan Perpisahan Siswa MIM Padi III Tulakan Perbesar

Pacitan – Suasana berbeda terasa di halaman Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Padi III, Kecamatan Tulakan, Sabtu malam (21/6/2025). Ratusan warga tumpah ruah menyaksikan penampilan seni reog yang memukau dalam acara perpisahan siswa kelas VI bertajuk “Pisah Kenang Sambut Harapan.”

Pentas reog malam itu bukan sembarang pertunjukan. Para pemainnya adalah siswa-siswi MIM Padi III sendiri, yang selama ini dilatih oleh pelatih profesional. Dengan kostum lengkap dan gerakan yang energik, mereka sukses memukau penonton dan membangkitkan rasa bangga terhadap seni budaya lokal.

Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi setiap atraksi yang ditampilkan kelompok Reog Singo Aryo Joyoharjo. Warga yang hadir pun tak bergeming dari tempat duduknya, menikmati setiap detik sajian budaya yang dipentaskan di tengah lingkungan madrasah.

Kepala MIM Padi III, Bambang Sutaryo, mengatakan bahwa penampilan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari proses pendidikan karakter dan pelestarian budaya. Ia menekankan pentingnya menanamkan rasa cinta terhadap tradisi lokal kepada para siswa sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa MIM Padi III tak hanya mengajarkan ilmu agama dan akademik, tapi juga membentuk pribadi siswa yang mencintai budaya bangsanya,” ujar Bambang.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru, orang tua, dan masyarakat yang telah mendukung berbagai program unggulan di madrasah tersebut. Di antaranya program Tahfidz Al-Qur’an, hafalan surat Yasin, serta pengembangan seni tradisional seperti reog.

Kepada siswa-siswi yang lulus, Bambang berpesan agar terus belajar, menjaga akhlak, dan selalu berbakti kepada orang tua serta guru. “Jadilah pribadi yang membawa manfaat bagi lingkungan. Jangan pernah lelah menuntut ilmu dan berbuat baik,” katanya penuh haru.

Penampilan reog malam itu menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis Islam tak harus meninggalkan akar budaya lokal. Justru, keduanya bisa berjalan beriringan, membentuk generasi yang religius, berkarakter, dan bangga akan jati dirinya.

Acara berakhir dengan suasana haru dan penuh semangat. Di balik sorotan lampu panggung, terlihat wajah-wajah ceria siswa yang tak hanya berpamitan, tapi juga telah menorehkan karya budaya yang membanggakan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan Dimulai, Target Rampung Agustus 2026

13 Januari 2026 - 12:50 WIB

Sebagian Sekolah di Pacitan Belum Kebagian Smartboard, Distribusi Masih Berproses

28 November 2025 - 19:59 WIB

Pelajar SMP se-Kecamatan Ngadirojo Ikuti Pelatihan Fashion Show

30 Oktober 2025 - 18:24 WIB

Kemenag Gandeng Axioo dan Intel Latih Guru Madrasah di Pacitan Hadapi Era AI

13 Oktober 2025 - 14:40 WIB

Renovasi BLK Pacitan Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Gelombang 2 Akan Segera Dimulai

3 September 2025 - 12:02 WIB

Trending di Pendidikan