Menu

Mode Gelap
Razia Ramadan, Petugas Gabungan Periksa Enam Rumah Kos di Pacitan. ditemukan 4 penghuni tak Ber KTP Distribusi LPG Diklaim Aman, Warga Pacitan Tetap Kesulitan Dapat Gas Melon Pemkab Pacitan Luncurkan Program Sekolah Sak Ngajine, Integrasikan Madrasah Diniyah ke Sekolah Formal Lima Hari Hilang, Pemuda Pacitan Ditemukan Meninggal di Tepi Sungai Grindulu Inspektorat Pacitan Panggil Perangkat Desa, Evaluasi Pengelolaan Keuangan Tahun 2025 Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Tepi Sungai Grindulu Pacitan

Ekonomi

Pabrik Es Portable Beroperasi, Nelayan Ngadirojo Dapat Akses Es Berkualitas

badge-check


 Pabrik Es Portable Beroperasi, Nelayan Ngadirojo Dapat Akses Es Berkualitas Perbesar

Ngadirojo, lensapacitan.com – Kabar baik bagi nelayan Pacitan. Kini mereka tidak lagi harus membeli es dari luar daerah seperti Panggul Trenggalek, Ponorogo, atau Solo. Pabrik es portabel berkapasitas satu ton resmi beroperasi di Desa Ngadirojo, Kecamatan Ngadirojo.

Peresmian ini berlangsung pada Sabtu (23/12), bersamaan dengan sosialisasi sistem rantai dingin yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP).

Pabrik es tersebut dibangun untuk mendukung keberlanjutan rantai dingin pada produk perikanan, guna menjaga kualitas dan nilai tambah hasil tangkapan nelayan hingga proses distribusi. Kehadiran fasilitas ini membawa angin segar bagi sektor perikanan Pacitan, terutama dalam menekan biaya operasional nelayan.

“Dengan adanya pabrik es portabel ini, kebutuhan es nelayan dan pelaku usaha perikanan dapat terpenuhi tanpa harus mendatangkan dari luar. Ini sangat membantu mempertahankan kualitas produk perikanan di Pacitan,” ujar Bambang Marhaendrawan, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan.

Sebelumnya, nelayan harus membeli es dengan harga Rp26.000 untuk 50 kilogram dari daerah lain. Kini, harga es jauh lebih terjangkau, yakni hanya Rp4.000 per 10 kilogram. Meski masih dalam kategori kecil, pabrik es ini mampu memproduksi 3-5 ton setiap tiga hari.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Produk Perikanan, Wahyono, pabrik ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan es bagi nelayan lokal, sehingga kualitas produk perikanan tetap terjaga hingga sampai ke konsumen. “Sistem rantai dingin sangat penting untuk menjaga mutu produk, sekaligus meningkatkan daya saing perikanan kita,” jelasnya.

Selain meresmikan pabrik es, acara tersebut juga diisi dengan edukasi kepada pelaku usaha perikanan tentang pentingnya menjaga suhu selama proses penanganan hasil perikanan. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan akibat pertumbuhan mikroorganisme, sehingga produk tetap segar dan bernilai tinggi.

Dengan beroperasinya pabrik es ini, sektor perikanan di Pacitan diharapkan semakin modern dan kompetitif, sekaligus memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat pesisir. (not)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

20.121 Penerima Bansos Desil 5 Terancam Dihapus, Skema PKH-BPNT 2026 Berubah

29 Januari 2026 - 21:48 WIB

Menjelang Nataru Dan Dampak MBG Harga Telur di Pacitan Meroket Hingga Rp30 Ribu per Kilogram 

11 Desember 2025 - 14:38 WIB

Harga Cabai di Pacitan Melejit Dua Kali Lipat, Pedagang dan Warga Menjerit

3 Desember 2025 - 19:31 WIB

25 Ribu Warga Pacitan Dicoret dari BLTS Kesra, Verifikasi Dilakukan di Tingkat Desa

30 November 2025 - 15:14 WIB

Program MBG Buka Lapangan Kerja, Warga Pacitan Kini Punya Pekerjaan Tetap

27 November 2025 - 21:23 WIB

Trending di Ekonomi