Menu

Mode Gelap
Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas Satpol PP Pacitan Perkuat Kapasitas Pemberantasan Rokok Ilegal, Gandeng Bea Cukai Madiun Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan

Kebudayaan

Rontek Gugah Sahur: Tradisi Ramadan yang Melekat di Pacitan

badge-check


 Rontek Gugah Sahur: Tradisi Ramadan yang Melekat di Pacitan Perbesar

Pacitan – Ramadan dan budaya rontek gugah sahur layaknya air dan ikan bagi warga Pacitan. Tak bisa dipisahkan, ajang kelompok pemuda berkeliling desa memukul kentongan dan alat musik jelang waktu sahur telah menjadi khasanah budaya daerah.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengatakan rontek gugah sahur telah menjadi budaya melekat bagi pemuda saat bulan ramadhan tiba. Dilakukan masyarakat setiap tahun, tradisi tersebut diungkapnya menjadi agenda yang dinanti-nanti setiap masyarakat.

”ketika saya kecil sudah ada, ini bentuk antusiasme masyarakat dalam menyambut bulan Ramadhan,” kata mas Aji sapaan Bupati.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati menyempatkan diri menyaksikan ribuan massa menggelar tradisi seni rontek gugah sahur pada minggu(7/3) dini hari. Meskipun kerap diwarnai friksi antara peserta, Mas aji mengajak para pegiat dan seniman untuk tetap kompak menjaga tradisi asli Pacitan ini.

” tradisi ini (rontek gugah sahur) ada sebelum festival rontek, kami mengakomodir dengan menerjunkan petugas keamanan. Sebagai bentuk apresiasi kami melihat langsung,” tandas Mas Aji.

Bahkan, Mas Aji mengajak forkopimda juga ikut menjadi peserta ikut menyemarakkan tradisi Ramadan ini. namun gagasan itu perlu dikaji bersama berbagai pihak termasuk pemerintah desa.

Disamping itu, lanjut Mas Aji, rontek gugah saur saat ini telah menjadi tradisi dan cikal bakal Festival Rontek Pacitan. Dikemas sedemikian rupa menjadi seni musik dan pertunjukan, event tersebut bahkan telah masuk 110  Kharisma Event Nusantara (KEN) 2023 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).” yang utama tetap kompak, damai dan kondusif,” pesan mas Aji. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keris Pusaka Presiden Prabowo Ramaikan Gelar Budaya Luwung Pacitan

4 Februari 2026 - 20:16 WIB

Hari Kedua Peringatan HUT RI ke-80 di Desa Gegeran Meriah, Camat Arjosari Apresiasi Kekompakan Warga

25 Agustus 2025 - 00:05 WIB

Festival Kenthong Aji 2025, Sudimoro Hidupkan Tradisi dan Ekonomi Rakyat

21 Agustus 2025 - 10:39 WIB

Festival Ronthek Pacitan 2025 Usai, Serap Anggaran Rp 410 Juta, Ini daftar Juaranya

8 Juli 2025 - 18:54 WIB

Pring Sedhapur’ Tulakan Usung Tema Gerhana Bulan, Sajikan Atraksi Sarat Nilai

8 Juli 2025 - 18:04 WIB

Trending di Kebudayaan