Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Insfrastruktur

136 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen, Pemerintah Bangun Dam Darurat Usai Cekdam Mlati Roboh

badge-check


 136 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen, Pemerintah Bangun Dam Darurat Usai Cekdam Mlati Roboh Perbesar

Arjosari – Pemerintah Desa Mlati, Kecamatan Arjosari, bergerak cepat pasca robohnya Cek Dam Dusun Tulakan di aliran Sungai Mlati. Untuk menghindari terhentinya pasokan air ke lahan pertanian, warga bersama pemerintah membangun dam darurat menggunakan tanggul karung berisi pasir (sandbag).

“Kami membuat saluran irigasi menggunakan pipa di sisi kiri dam,” kata Frendi Eka Endrianto, Pj Kepala Desa Mlati, Selasa (8/7/2025).

Langkah ini diambil guna menyelamatkan sekitar 136 hektar sawah yang tersebar di tiga desa, yakni Desa Mlati, Sedayu, dan Tremas. Proses penanganan darurat melibatkan berbagai pihak, mulai dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), TNI-Polri, Dinas PUPR Kabupaten Pacitan, hingga partisipasi masyarakat setempat. Aliran air sementara ini diarahkan menggunakan pipa, dengan sandbag berfungsi sebagai tanggul penahan.

“Setelah kejadian, kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BBWS Bengawan Solo. Harapannya, pembangunan dam permanen bisa segera terealisasi,” imbuh Frendi.

Cekdam yang dibangun pada tahun 1995 itu ambrol sepanjang 40 meter pada Minggu siang, saat cuaca cerah dan aliran sungai relatif tenang. Dugaan sementara, struktur bangunan runtuh karena faktor usia.

“Kami tidak menyangka karena saat kejadian cuaca cerah. Dam itu dibangun pada era Orde Baru,” jelasnya.

Tak hanya mengancam sektor pertanian, kerusakan ini juga dinilai berpotensi mengganggu suplai air bersih warga serta menyebabkan penumpukan sedimen di aliran sungai.

Sebagai langkah antisipatif, pada tahun 2024 lalu, Pemdes Mlati sempat membangun saluran irigasi susulan berbasis perpipaan untuk mengurangi ketergantungan pada cekdam utama.

Hingga saat ini, pembangunan dam sementara masih berlangsung, dengan harapan kebutuhan irigasi tetap terpenuhi menjelang musim tanam berikutnya.

Camat Arjosari, Didik Darmawan, mengapresiasi langkah cepat yang diambil Dinas PUPR dalam membangun dam darurat.

“Ini merupakan langkah tepat untuk menyelamatkan ratusan hektar sawah di Arjosari,” pungkasnya. (tr)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Napaktilas PLTU Pacitan, SBY Tegaskan Pentingnya Ketahanan Energi Nasional

9 Februari 2026 - 12:22 WIB

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) didampingi jajaran PLN Nusantara Power saat tiba dan meninjau fasilitas PLTU Pacitan (Foto:Lensa Pacitan)

Potensi Sungai Grindulu Dijajaki untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air

22 Januari 2026 - 11:20 WIB

Pulihkan Akses Warga, Khofifah Pantau Rekonstruksi Dua Jembatan di Tambakrejo Pacitan

23 Desember 2025 - 05:10 WIB

DPRD Pacitan Sambut Baik Rencana Pembangunan Batalyon Teritorial, Nawangan Diusulkan Jadi Lokasi

20 Desember 2025 - 20:24 WIB

Jalan Lintas Arjosari–Nawangan Pacitan Hampir Rampung, Dongkrak Mobilitas dan Ekonomi Warga

19 November 2025 - 03:47 WIB

Trending di Insfrastruktur