Menu

Mode Gelap
Pelaku Percobaan Pencurian di Arjosari Pukul Korban, Kabur ke Perbukitan Diduga Ngantuk, Avanza Tabrak Motor lalu Terjun ke Sungai di Arjosari Adik Tewas Kecelakaan Karena dikejar Polisi, Akad Nikah di Ruang Jenazah RSUD Pacitan. Polisi Jadi Korban, Pemuda 22 Tahun Tersangka Bentrok Rontek Gugah Sahur di Pacitan Dikejar Polisi, Pemuda Asal Brebes Tewas Kecelakaan di Pacitan Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

Feature

Tradisi Rontek Gugah Sahur di Pacitan Dimulai, Polisi Lakukan Patroli Pengamanan

badge-check


 Tradisi Rontek Gugah Sahur di Pacitan Dimulai, Polisi Lakukan Patroli Pengamanan Perbesar

Kebonagung – Lensa Pacitan, Rontek gugah sahur mulai terlihat di berbagai wilayah Pacitan pada sahur pertama Ramadhan. Kelompok remaja tampak berkeliling kampung dengan memukul bambu sebagai alat musik tradisional untuk membangunkan warga yang hendak menunaikan ibadah sahur.

Di Kecamatan Kebonagung, jajaran Polsek Kebonagung yang dipimpin oleh Iptu Haming Agus Purnama melakukan patroli pengamanan guna mengantisipasi potensi gesekan antar kelompok pemain rontek. Salah satu titik pengamanan dilakukan di perbatasan Jembatan Purwoasri, yang menjadi jalur utama pergerakan kelompok rontek dari berbagai desa.

“Kami bersama Koramil Kebonagung dan perangkat Desa Purwoasri melakukan patroli serta penyekatan di sekitar jembatan Purwoasri. Alhamdulillah, situasi tetap kondusif dan terkendali,” ujarnya Sabtu (1/3/2025).

Ia juga mengimbau para peserta rontek agar tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan Ramadhan.

“Kami harap adik-adik yang bermain rontek tetap mengutamakan ketertiban, tidak memicu keributan, dan menghormati masyarakat yang sedang beribadah agar puasa bisa berjalan lebih khusyuk,” tambahnya.

Sebagai bentuk upaya menjaga keamanan, para peserta rontek juga diminta untuk mematuhi sejumlah aturan, di antaranya:

  •  Tidak memasuki wilayah desa lain saat bermain rontek.
  • Tidak mengerahkan massa berlebihan, dengan maksimal 30 orang per kelompok, serta tidak melibatkan anak kecil.
  • Tidak membawa atau membunyikan petasan serta benda berbahaya selain alat rontek.
  • Tidak mengonsumsi minuman keras.
  • Tidak memancing bentrokan atau mengganggu ketertiban umum.

Tradisi rontek gugah sahur sendiri telah menjadi bagian dari budaya lokal di Pacitan. Selain sebagai sarana membangunkan warga untuk sahur, tradisi ini juga menjadi ajang kebersamaan bagi para remaja di bulan suci Ramadhan. (not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Data Dibobol, Hidup Hancur, Jangan Terjebak Pinjaman Online Ilegal

4 Maret 2026 - 12:02 WIB

Safari Ramadhan di PLN Nusantara Power UP Pacitan, Dirut Tekankan Keandalan dan Integritas Kerja

4 Maret 2026 - 10:00 WIB

PLTA Pakisbaru Terbengkalai, DPRD Pacitan Dorong Difungsikan Kembali atau Dijadikan Wisata

2 Februari 2026 - 11:13 WIB

Kecamatan Ngadirojo Launching Minggu Sehat

11 Oktober 2025 - 19:19 WIB

DWP Diskuperin Pacitan Gelar Fashion Show Batik, Dorong Generasi Muda Cintai Warisan Leluhur

2 Oktober 2025 - 11:30 WIB

Trending di Feature