Menu

Mode Gelap
Kelompok Tani Pacitan Terima Bantuan Alsintan dari Kementan, DPRD Ingatkan Tak Disalahgunakan Ketua dan Pengurus KONI Pacitan Periode 2025–2029 Resmi Dilantik, Usung Semangat “KONI Bisa, Pacitan Juara Jelang Ramadhan, Menara Mushola Al Iman di Sumberharjo Pacitan Justru Ambruk Usai Gempa 6,4 Wagub Jatim Emil Dardak Tinjau Rumah Warga Terdampak Gempa di Pacitan Terbaru, Belasan Rumah di Pacitan Rusak Terdampak Gempa M 6,4, Warga Trauma Cek Rp3 Miliar Hilang, Penahanan ditangguhkan, Tarman Jalani Wajib Lapor Didampingi Istri

Gaya Hidup

Tokoh Film Indonesia Akan Luncurkan Kompetisi Film Horor di Pacitan

badge-check


 Tokoh Film Indonesia Akan Luncurkan Kompetisi Film Horor di Pacitan Perbesar

Pacitan – Lensa Pacitan. Dunia perfilman Pacitan kembali menggeliat. Meskipun daerah ini belum memiliki bioskop, hal tersebut tak menyurutkan semangat dan kreativitas para pecinta film. Bahkan, pada bulan September mendatang, Pacitan akan menggelar sebuah kompetisi film horor.

“Setiap manusia punya cerita masing-masing. Dengan bekal handphone, kita bisa membuat film. Dan kita akan buat Kompetisi Film Horor di Pacitan, September nanti,” ujar Garin Nugroho, sutradara kenamaan sekaligus pendiri JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival), saat menjadi pembicara dalam acara Pacitan Belajar Film di Pendopo Kabupaten Pacitan, Minggu (8/6/2025).

Garin menekankan bahwa dalam membuat film, penting untuk memahami siapa segmen penontonnya dan melalui media apa film itu ditonton.

“Kalau di bioskop, penonton fokus menyaksikan. Beda dengan yang nonton di televisi, apalagi di handphone, karena konsentrasi mereka terpecah,” tegas Garin.

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, yang turut hadir dalam pemutaran film pendek berjudul Nyanyi Sunyi Dalam Rantang, mengucapkan selamat datang kepada Garin Nugroho dan seluruh peserta yang hadir. Ia berharap momen ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menambah wawasan dalam dunia perfilman.

“Gunakan sebaik-baiknya. Yang pertama untuk menikmati film-film yang diputar, dan yang kedua saat sesi diskusi dibuka, tolong manfaatkan semaksimal mungkin untuk menambah pengetahuan kita semua,” pesan Bupati yang akrab disapa Mas Aji itu.

Dalam kesempatan tersebut, Mas Aji tak banyak berbicara soal potensi Pacitan, namun menekankan bahwa daerahnya memiliki nilai sejarah dan kekayaan budaya yang panjang.

“Pacitan bisa dilihat dari berbagai sisi, budaya, seni, maupun alam yang mumpuni, bahkan sangat layak sebagai lokasi pengambilan gambar film,” tambahnya.

Sebagai bagian dari program Ruang Film Pacitan, terdapat tujuh titik lokasi pemutaran film pendek, antara lain di Song Terus, Gua Tabuhan, Pancer Door, Sentono Gentong, Monumen Jenderal Sudirman, Pondok Pesantren Tremas, serta Balai Desa Tanjungsari yang dulunya merupakan gedung bioskop sebelum ditutup sekitar tahun 1997. (not)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Grand Launching di Museum SBY–Ani, dr. Warkim Satukan Buku, Inovasi, dan Pengabdian untuk Pacitan

12 Januari 2026 - 20:43 WIB

Inovasi EcoCycle Berbasis IoT–AI Diterapkan di Pacitan, Sinergi Perguruan Tinggi dan Industri Jawab Tantangan Sampah

29 Desember 2025 - 16:18 WIB

106 Anak Pacitan Ikuti Khitan Massal Baznas dengan Metode Modern

19 November 2025 - 12:58 WIB

Belum Cair, Cek Rp3 Miliar Milik Tarman Hilang “Ketlisut”

6 November 2025 - 13:50 WIB

Pernikahan Viral Pacitan: Tamu Undangan Dapat ‘Angpao’ Usai Saksikan Shela-Tarman Janji Suci

12 Oktober 2025 - 09:33 WIB

Trending di Gaya Hidup