Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Ekonomi

Tahun Ajaran Baru, Penjahit Seragam Kebanjiran Pesanan

badge-check

lensa pacitan

KEBONAGUNG – lensapacitan.com, Tahun ajaran baru menjadi berkah tersendiri bagi penjahit seragam sekolah di dusun Gawang, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Banyaknya konsumen pembuatan seragam sekolah membuat Nunung Rohmad terpaksa menolak pesanan jahit selain seragam sekolah untuk sementara waktu. 

“Sementara pesanan diluar seragam sekolah tidak saya terima, karena pengerjaan seragam ini harus cepat untuk dipakai siswa masuk sekolah, ” kata Nunung disela-sela aktivitas menjahit Rabu(26/7/2023). 

Usaha jahit dengan nama Griya Jahit ini, mempekerjakan 5 orang karyawan. Nunung bertugas membuat pola, semetara karyawannya bertugas menjahit sedangkan istrinya memasang kancing baju dan pengemasan seragam yang sudah jadi. 

Dalam sehari rata-rata seorang penjahit bisa menyelesaikan lima hingga delapan seragam. Permintaan pembuatan seragam ini mulai masuk sejak awal bulan Juni lalu. Sedikitnya ada 100 Siswa yang menjahitkan seragam di Griya jahit ini. 

“Sudah ada 100 Siswa yang kesini, dan mungkin masih bertambah lagi,” lanjutnya. 

Konsumen yang datang mulai dari siswa Sekolah menengah pertama, SMA dan SMK hingga Pondok Pesantren. Rata-rata seorang siswa menjahitkan seragam sebanyak 3 stel.

“Satu siswa biasanya membawa tiga stel seragam, seragam putih, identitas dan pramuka terdiri dari baju dan juga celana atau rok,” jelasnya. 

Jasa jahit satu stel seragam ia bandrol mulai dari Rp.140 ribu hingga Rp 150 ribu. Selama tahun ajaran baru ini, omsetnya meningkat hingga 60 persen dibanding bulan biasanya. (not) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi

29 Juni 2026 - 18:56 WIB

Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah

29 Juni 2026 - 18:49 WIB

Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

26 Juni 2026 - 19:38 WIB

Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan

18 Mei 2026 - 17:45 WIB

Trending di Pendidikan