Menu

Mode Gelap
Kecelakaan Maut di JLS Pacitan, Pemotor Terseret 30 Meter Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan Peringati Hari Pers Nasional 2026, Wartawan Pacitan Gelar Aksi Bersih Pantai Pancer Dorr Napaktilas PLTU Pacitan, SBY Tegaskan Pentingnya Ketahanan Energi Nasional PCNU Pacitan Gandeng RSU Medical Mandiri Gelar Pengobatan Gratis di Harlah NU

Politik

Paslon Pilkada Pacitan Bahas Strategi Peningkatan SDM dan Pendidikan dalam Debat Publik

badge-check


 Paslon Pilkada Pacitan Bahas Strategi Peningkatan SDM dan Pendidikan dalam Debat Publik Perbesar

Pacitan – Dalam debat publik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pacitan 2024, pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Ronny Wahyono-Wahyu Saptono Hadi, dan paslon nomor urut 02, Indrata Nur Bayuaji-Gagarin Sumrambah, memaparkan visi dan strategi mereka untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pendidikan di Pacitan.

Ronny Wahyono menyoroti pentingnya pembangunan karakter masyarakat Pacitan sejak usia dini melalui peningkatan pendidikan PAUD, SD, hingga SMP. Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap putra daerah Pacitan yang telah sukses di tingkat nasional, seperti mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), para insinyur, dokter spesialis, hingga guru besar.

“Kita harus membangun SDM yang menjadi fondasi pembangunan Kabupaten Pacitan. Percuma membangun infrastruktur jika kualitas SDM kita tidak maksimal,” tegas Ronny.

Ronny juga menjanjikan program beasiswa untuk mendukung pendidikan dokter spesialis yang nantinya kembali ke Pacitan. Program ini diharapkan dapat mengatasi kekurangan tenaga kesehatan spesialis di daerah tersebut.

“Beasiswa ini untuk memastikan kebutuhan dokter spesialis di Pacitan terpenuhi dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Indrata Nur Bayuaji memaparkan capaian di bidang pendidikan selama periode pertamanya sebagai Bupati Pacitan. Ia menyebutkan bahwa sebanyak 1.700 guru honorer telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Alhamdulillah, mandat pemerintah pusat untuk alokasi 20% anggaran pendidikan telah kami taati,” ungkap Indrata.

Namun, Ronny Wahyono menanggapi capaian tersebut dengan menyebut adanya keluhan dari masyarakat terkait penghargaan bagi siswa berprestasi.

“Dulu, siswa yang juara 1 dan juara 2 mendapatkan insentif atau beasiswa. Namun, hal itu tidak lagi dirasakan di periode Pak aji,” kata Ronny.

Ia juga menekankan pentingnya penganggaran yang lebih optimal untuk tenaga honorer sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. (not)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pulkam ke Pacitan, SBY Tanyakan Kondisi Warga Pasca Gempa

2 Februari 2026 - 05:16 WIB

Bimteknas Partai Demokrat 2025 Ditutup di Pacitan, Kader Diharapkan Jadi ‘Problem Solver

2 Oktober 2025 - 16:39 WIB

Bimteknas Demokrat di Pacitan Dinilai Berdampak Positif pada Perekonomian Lokal

1 Oktober 2025 - 18:22 WIB

SBY: Politisi Demokrat Harus Tangguh, Berwawasan Kebangsaan, dan Andal

30 September 2025 - 16:49 WIB

Dina Lorenza dan dr. Cellica Nurrachadiana Meriahkan Bimteknas Demokrat Pacitan, Serukan Pemberdayaan Perempuan

30 September 2025 - 12:12 WIB

Trending di Politik