LENSA PACITAN – Kabupaten Pacitan diproyeksikan memiliki peran strategis dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah aglomerasi Pawitandirogo. Daerah yang dikenal dengan potensi wisata bahari dan sektor kelautan tersebut disiapkan menjadi pusat Southern Value-Addition atau pengembangan nilai tambah ekonomi di wilayah selatan Jawa Timur.
Rencana pengembangan kawasan ekonomi ini melibatkan wilayah Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mematangkan konsep pemerataan pembangunan ekonomi regional dengan mempertimbangkan karakteristik serta potensi unggulan masing-masing daerah.
Wilayah Pawitandirogo yang sebagian besar memiliki karakter geografis pegunungan dinilai kurang ideal untuk dikembangkan sebagai kawasan industri berat atau manufaktur berskala besar. Karena itu, arah pengembangan ekonominya lebih difokuskan pada sektor yang sesuai dengan potensi lokal, seperti pariwisata bahari, agroforestri, perikanan, hingga ekonomi kreatif berbasis digital.
Dalam rencana tersebut, Pacitan memiliki peluang besar untuk mengambil peran sebagai pusat pengolahan dan peningkatan nilai tambah berbagai potensi ekonomi kawasan. Keunggulan sektor pariwisata bahari, kelautan dan perikanan, serta keberadaan Jalur Lintas Selatan (JLS) menjadi modal penting untuk mendukung pengembangan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pacitan, Muchamad Chusnul Fauzi, mengatakan pemerintah daerah mulai menyiapkan berbagai data pendukung mengenai potensi yang dimiliki Pacitan.
Persiapan itu juga dibarengi dengan upaya memperkuat konektivitas agar distribusi barang dan jasa dari maupun menuju Pacitan semakin lancar.
“Sementara kita siapkan data dukung potensi yang dimiliki Pacitan. Sekaligus upaya untuk memperlancar arus barang dan jasa dari dan ke Pacitan,” ujarnya.
Menurut Chusnul, peningkatan aksesibilitas menjadi salah satu faktor penting untuk mengoptimalkan potensi daerah. Dengan konektivitas yang semakin baik, berbagai keunggulan Pacitan diharapkan tidak hanya menjadi potensi, tetapi mampu dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi yang menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
“Ini penting. Potensi yang ada di Pacitan harapannya dapat dioptimalkan dengan aksesibilitas yang lebih baik,” jelasnya.
Pengembangan kawasan ekonomi Pawitandirogo juga dinilai dapat membuka peluang investasi sekaligus memperluas konektivitas wilayah selatan Jawa Timur dengan daerah lain di kawasan tersebut.
Bagi Pacitan, keterhubungan yang lebih baik diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor unggulan, memperlancar distribusi produk lokal, serta meningkatkan peluang ekonomi masyarakat.
“Penyiapan kawasan ekonomi Pawitandirogo tentu akan baik untuk Pacitan. Memberikan peluang kawasan selatan Jawa Timur untuk mendapatkan akses yang lebih baik untuk mendukung kabupaten/kota lain di wilayah kawasan Pawitandirogo,” katanya.
Meski demikian, pengembangan ekonomi kawasan diharapkan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Pemerintah Kabupaten Pacitan ingin pertumbuhan sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi berjalan seiring dengan upaya menjaga keindahan serta keberlanjutan alam.
Chusnul menegaskan, Pacitan diharapkan mampu berkembang sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan. Peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi harus tetap diimbangi dengan perlindungan lingkungan agar daya tarik alam Pacitan dapat terus terjaga.
“Pacitan kita harapkan menjadi tujuan pariwisata berkelanjutan. Tetap menjaga alam agar tetap lestari. Menjadi destinasi yang indah tetapi tetap menjaga kondisi alamnya tetap lestari, hijau, dan terjaga,” pungkasnya.
Pengembangan KEK Pawitandirogo diharapkan menjadi peluang bagi Pacitan untuk memperkuat posisinya dalam peta ekonomi regional. Namun, optimalisasi potensi daerah, peningkatan konektivitas, dan komitmen menjaga lingkungan menjadi faktor penting agar pengembangan kawasan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Not)






