LENSA PACITAN – Sekitar 2.500 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan menjadi sasaran program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemeriksaan tersebut difokuskan untuk mengetahui kondisi kesehatan pegawai sekaligus mendeteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular, terutama hipertensi dan diabetes.
Pelaksanaan CKG bagi ASN dilakukan secara bertahap. Hingga pekan kedua pelaksanaan, program tersebut masih berlangsung dan belum seluruh peserta menyelesaikan pemeriksaan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan, Nunuk Irawati, mengatakan pemeriksaan ini menjadi salah satu upaya untuk mengetahui kondisi kesehatan ASN sejak dini. Dengan begitu, faktor risiko maupun indikasi penyakit yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti.
“Deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes agar mendapat penanganan lebih cepat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan mencakup sejumlah tahapan. Mulai dari pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut, hingga skrining berbagai penyakit, seperti tuberkulosis (TBC), hepatitis, HIV, diabetes melitus, dan hipertensi.
Peserta juga menjalani pemeriksaan profil lipid untuk mengetahui kadar lemak dalam darah. Selain itu, petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah, mata, telinga, gigi, dan kulit. Skrining aktivitas fisik serta kesehatan jiwa turut menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan.
Untuk pemeriksaan laboratorium, peserta tidak diwajibkan berpuasa. Pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS) dilakukan kepada seluruh kelompok umur guna membantu mendeteksi kemungkinan gangguan kadar gula darah.
Sementara itu, pemeriksaan profil lipid yang meliputi kolesterol, trigliserida, low-density lipoprotein (LDL), dan high-density lipoprotein (HDL) diperuntukkan bagi peserta berusia 40 tahun ke atas yang memiliki diabetes atau hipertensi.
Peserta berusia 40 tahun ke atas juga mendapatkan pemeriksaan rekam jantung. Adapun bagi ASN perempuan, tersedia pemeriksaan HPV DNA dan pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS untuk kelompok usia 30–59 tahun dengan persyaratan tertentu.
Nunuk menyampaikan, hasil pemeriksaan kesehatan ASN belum dapat disimpulkan secara keseluruhan karena proses CKG masih berjalan. Dinkes Pacitan masih menunggu seluruh rangkaian pemeriksaan selesai sebelum melakukan pengolahan data kesehatan peserta.
“Belum selesai, masih berjalan,” katanya.
Setelah pemeriksaan rampung, hasilnya akan diolah untuk mengetahui gambaran kondisi kesehatan ASN yang mengikuti program tersebut. Data itu juga menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut apabila ditemukan faktor risiko atau indikasi penyakit yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Pelaksanaan CKG bagi ASN tersebut ditargetkan selesai sesuai jadwal yang ditetapkan Dinkes Pacitan. Namun, tanggal akhir pelaksanaan perlu dikonfirmasi kembali karena keterangan sumber menyebutkan target hingga 31 September, sementara tanggal tersebut tidak ada dalam kalender.
Melalui program ini, pemeriksaan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ASN terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta mendorong penanganan penyakit sejak dini. (Not)






