Menu

Mode Gelap
Polres Pacitan Tahan Tarman, Terduga Pemalsu Cek Mahar Rp3 Miliar: Kasus Bermula dari Laporan Model A Ketidakakuratan Data DTSEN Picu Keluhan Bansos di Pacitan, Pendamping PKH: “Kunci Perbaikan Ada di Desa” Sheila Tetap Setia Dampingi Mbah Tarman Meski Suami Resmi Ditahan dalam Kasus Cek Rp3 Miliar Cek Rp3 Miliar Diduga Palsu, Kakek Tarman Resmi Ditahan Polres Pacitan APEDNAS Jatim Semprot Pemdes Pacitan: 45 Desa Kehilangan Dana Desa Rp10 Miliar Lebih Didapati di Perempatan Cuik, Pria “Tersesat” Berpindah-Pindah Kota Diduga Gunakan Modus Baru

Ekonomi

Kios Dibongkar, PKL Jualan Ditrotoar Alun-alun Beratap Terpal

badge-check

PACITAN – lensapacitan.com, Pemandangan Alun-alun Pacitan nampak berbeda, khususnya trotoar sebelah barat ruang terbuka hijau itu ditempati sejumlah pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan. Terlihat semrawut karena keberadaan meja-kursi, tikar, dan gerobak yang menutupi fasilitas pejalan kaki tersebut.
‘’Berjualan di sini karena kios yang lama dibongkar untuk diperbaiki,’’ kata Slamet Hermawan, salah seorang PKL, Rabu (13/11/2019).
Pantauan lensapacitan.com tembok sekat antarkios hancur. Atap sengnya ditumpuk di area lapangan. Meteran listrik milik PKL dipindah ke tiang darurat. Kabel instalasi merambat di pepohonan. ‘’Kami diperbolehkan berjualan untuk sementara waktu,’’ ujarnya.
Slamet menyebut, kondisi semrawut tempat berjualan berdampak terhadap penghasilan. Untung yang dikantongi turun dibandingkan saat menempati kios. Tidak sedikit pedagang yang memilih libur tidak berjualan. ‘’Semoga perbaikan cepat selesai biar bisa jualan lagi,’’ harapnya.
Kabid Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan Prayitno menjelaskan, pembongkaran kios dilakukan karena sudah tidak representatif. Konstruksi tembok mengganggu pemandangan serta lantai dan atapnya rusak.
Pihaknya memutuskan membangun kios baru di tempat yang sama. Kelak tidak akan ada tembok penyekat. Kios dibuat terbuka dengan atap dan tiang penyangga.
‘’Tujuannya menjaga estetika ruang hijau alun-alun dan kenyamanan PKL,’’ katanya.
Prayitno menambahkan, relokasi PKL sekadar menggeser tempat berjualan ke trotoar. Langkah itu hanya sementara. Pun sudah dikomunikasikan dengan satpol PP dan 15 pedagang sebagai perwakilan. ‘’Pembangunan ditarget selesai akhir tahun ini,’’ tandasnya.(not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Cabai di Pacitan Melejit Dua Kali Lipat, Pedagang dan Warga Menjerit

3 Desember 2025 - 19:31 WIB

25 Ribu Warga Pacitan Dicoret dari BLTS Kesra, Verifikasi Dilakukan di Tingkat Desa

30 November 2025 - 15:14 WIB

Program MBG Buka Lapangan Kerja, Warga Pacitan Kini Punya Pekerjaan Tetap

27 November 2025 - 21:23 WIB

Keluhan Nelayan Dipenuhi, Pengerukan Sedimentasi di Pelabuhan Tamperan Resmi Dimulai

24 November 2025 - 19:48 WIB

Harga Kebutuhan Pokok di Pacitan Merangkak Naik, Pedagang Pasar Minulyo Keluhkan Stok Menipis

21 November 2025 - 19:33 WIB

Trending di Ekonomi