Menu

Mode Gelap
Kecelakaan Maut di JLS Pacitan, Pemotor Terseret 30 Meter Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan Peringati Hari Pers Nasional 2026, Wartawan Pacitan Gelar Aksi Bersih Pantai Pancer Dorr Napaktilas PLTU Pacitan, SBY Tegaskan Pentingnya Ketahanan Energi Nasional PCNU Pacitan Gandeng RSU Medical Mandiri Gelar Pengobatan Gratis di Harlah NU

Ekonomi

Kedelai Mahal, Pengusaha Tahu merugi

badge-check


ARJOSARI- lensapacitan.com , Pengusaha tahu di Pacitan, Jawa Timur dipusingkan dengan makin mahalnya harga kedelai impor, dalam satu bulan terakhir  harga kedelai terus menagalamai kenaikan hingga tembus Rp11.400 per kilogram.

Harga kedelai terus mengalami kenaikan dari semula Rp.9000 terus naik menjadi Rp.10.000 tidak lama naik lagi hingga tembus Rp.11.400 perkilogramnya. Akibat kondisi ini, para pengrajin tidak mampu berbuat banyak dan mengaku hanya bisa pasrah, sebab keuntungan yang didapat menurun dari biasanya.
 “Kalau harga kedelai tinggi begini saya mau menaikan harga, saya memikirkan masyarakat bawah,” kata Sudarto, pengusaha tahu Di Desa/Kecamatan Arjosari. 
Kondisi saat ini memang dirasakan sulit bagi Sunarto. Memang hingga saat ini pabrik tahu di Kecamatan Arjosari itu masih tetap beroperasi. Ukuran produk yang dihasilkan pun tidak dikurangi. Demikian pula harga jual belum berubah. Pemilik tahu Semo sendiri lebih mempertimbangkan alasan kemanusiaan jika harus menaikkan harga. Di sisi lain, jika kondisi seperti ini terus berlanjut keberlangsungan usahanya tentu dipertaruhkan.
“Apakah kalau (Harga jual) saya naikkan apakah masyarakat bawah itu bisa menjangkau membeli,” katanya. 
Di tengah kegalauan, Sudarto menyerahkan penyelesaian masalah lonjakan harga kedelai kepada lembaga terkait. Dirinya yakin pemerintah memiliki solusi untuk menstabilkan harga kedelai.”Saya pasrahkan kepada pemerintah untuk  menstabilkan harga kedelai. Biar produksi bisa berjalan terus dan masyarakat tetap bisa mengonsumsi,” ucap Sudarto.
Sudarto belum berencana menaikkan harga jual tahu.  ia  menyebut hal itu sangat tergantung perkembangan yang terjadi. Jika lonjakan harga menembus Rp 15 ribu per kilogram kemungkinan harga jual juga mengikuti.”Ya kita adakan pertemuan dengan paguyuban pengusaha pabrik tahu se Pacitan untuk mencari solusi terbaik,” kata pengusaha yang dibantu 15 karyawan tersebut.
Sementara Misni, (38) pengusaha tempe asal Kecamatan, Tulakan, juga mengeluhkan harga kedelai yang terus melambung. Ia memilih mengurangi intesitas produksinya. Yang biasanya setiap hari, kini hanya produksi empat kali dalam seminggu.” saya lebih memilih mengurangi produksi seminggu empat kali, daripada terus merugi karena ongkos produksi mahal,”tutupnya. (not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

20.121 Penerima Bansos Desil 5 Terancam Dihapus, Skema PKH-BPNT 2026 Berubah

29 Januari 2026 - 21:48 WIB

Menjelang Nataru Dan Dampak MBG Harga Telur di Pacitan Meroket Hingga Rp30 Ribu per Kilogram 

11 Desember 2025 - 14:38 WIB

Harga Cabai di Pacitan Melejit Dua Kali Lipat, Pedagang dan Warga Menjerit

3 Desember 2025 - 19:31 WIB

25 Ribu Warga Pacitan Dicoret dari BLTS Kesra, Verifikasi Dilakukan di Tingkat Desa

30 November 2025 - 15:14 WIB

Program MBG Buka Lapangan Kerja, Warga Pacitan Kini Punya Pekerjaan Tetap

27 November 2025 - 21:23 WIB

Trending di Ekonomi