Menu

Mode Gelap
OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan Simulasi Laka Air Warnai Peringatan HKB 2026 di Watu Mejo Mangrove Park Pacitan Peringati Hari Bumi, Sekolah Alam Pacitan Tanam 6.600 Mangrove di Watu Mejo Peringati Hari Bumi 2026, Warga Kiteran Tanam Ratusan Pohon Demi Selamatkan Sumber Air Pelaku Percobaan Pencurian di Arjosari Pukul Korban, Kabur ke Perbukitan

Kesehatan

Kasus Leptospirosis di Pacitan Menurun, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada di Musim Penghujan

badge-check


 Kasus Leptospirosis di Pacitan Menurun, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada di Musim Penghujan Perbesar

Pacitan – Lensa Pacitan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan mencatat tren penurunan kasus Leptospirosis di wilayahnya pada awal tahun 2025. Di Puskesmas Ngadirojo, misalnya, sepanjang tahun 2024 terdapat 117 kasus, sementara hingga awal Mei 2025 hanya ditemukan 51 kasus baru.

Meski demikian, Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, menyebut data tersebut masih merupakan gabungan antara kasus suspek dan kasus terkonfirmasi positif. Berdasarkan pemetaan wilayah, bulan April dan Mei biasanya menunjukkan tren kenaikan kasus. Namun hingga saat ini, di Kecamatan Ngadirojo baru ditemukan empat kasus positif.

“Ini berkat upaya yang terus dilakukan oleh tenaga kesehatan bersama lintas sektor. Edukasi kepada masyarakat sudah dilakukan secara intensif sejak awal musim penghujan dan menjelang masa panen,” jelas dr. Daru, Minggu (11/5/2025).

Ia menyampaikan bahwa dukungan dari pihak kecamatan dan desa juga sangat besar dalam upaya promosi kesehatan dan pencegahan Leptospirosis. Bahkan, isu ini menjadi bahasan rutin dalam rapat koordinasi lintas sektor yang kini diselenggarakan setiap bulan di tingkat kecamatan.

Salah satu kasus terbaru Leptospirosis dilaporkan pada 10 Mei lalu, menimpa seorang warga Desa Tanjunglor, Kecamatan Ngadirojo. Pasien sempat dirawat intensif di ruang ICU RSUD dr. Darsono Pacitan, namun kini kondisinya berangsur membaik dan telah dipindahkan ke ruang rawat inap.

Untuk mencegah meluasnya penyebaran, Puskesmas terus melakukan berbagai langkah pencegahan. Di antaranya adalah sosialisasi kepada masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media. Selain itu, pelacakan terhadap kasus-kasus terduga dilakukan secara aktif, disertai penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui sumber penularan dan memutus rantai penyebaran.

Kerja sama dengan lintas sektor di tingkat kecamatan dan desa terus diperkuat, khususnya dalam hal pelacakan kasus, penyuluhan, serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman Leptospirosis.

“Masyarakat harus terus menjaga pola hidup bersih dan sehat, terlebih saat musim penghujan seperti sekarang, karena Pacitan termasuk wilayah endemis Leptospirosis,” pungkas dr. Daru. (not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rumah Terapi TANDA CINTA Resmi Hadir di Pacitan, Layanan Gratis bagi Anak Disabilitas

11 Februari 2026 - 11:38 WIB

Pacitan Nihil Kasus Super Flu H3N2, Dinkes Imbau Warga Tak Panik

8 Januari 2026 - 22:09 WIB

Kasus Flu Singapura Meningkat, 15 Balita di Pacitan Terinfeksi: Dinkes Minta Orang Tua Perketat Kebersihan Dan Kewaspadaan 

11 Desember 2025 - 14:06 WIB

Molamil Papa”, Inovasi Jemput Bola Nakes untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Daerah Terpencil

5 November 2025 - 09:14 WIB

Agar Aman dan Sehat, Penjamah Makanan MBG di Pacitan Dapat Pembekalan Higiene Sanitasi

26 Oktober 2025 - 19:37 WIB

Trending di Kesehatan