Menu

Mode Gelap
Potensi Sungai Grindulu Dijajaki untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air Pikap Jatuh ke Tepi Sungai Grindulu di Pacitan, Pengemudi Luka Ringan Bendahara Desa Klesem Jadi Atensi Polisi, Kapolres Pacitan Kumpulkan 30 Kades Pura-pura Dibegal, Warga Arjosari Pacitan Ternyata Gadaikan Motor Setelah Kalah Slot Lima ODGJ di Pacitan Direhabilitasi, Kapolres Turun Langsung Lepas Pasung Karmin Sepanjang 2025, Damkar Satpol PP Pacitan Tangani Puluhan Kebakaran dan Ratusan Evakuasi Unik

Kesehatan

Kasus Flu Singapura Meningkat, 15 Balita di Pacitan Terinfeksi: Dinkes Minta Orang Tua Perketat Kebersihan Dan Kewaspadaan 

badge-check


 Kasus Flu Singapura Meningkat, 15 Balita di Pacitan Terinfeksi: Dinkes Minta Orang Tua Perketat Kebersihan Dan Kewaspadaan  Perbesar

LENSA PACITAN – Kasus Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) kembali muncul di Kabupaten Pacitan dan menunjukkan tren peningkatan. Selama tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mencatat sedikitnya 15 balita terinfeksi penyakit yang dikenal mudah menular tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, Nur Farida, menjelaskan bahwa HFMD merupakan infeksi yang umum terjadi pada anak kecil dan dapat menyebar cepat melalui kontak langsung, percikan droplet, hingga benda yang terkontaminasi virus.

“HFMD bisa dicegah dengan langkah-langkah sederhana asalkan dilakukan secara konsisten,” ungkap Farida, Rabu (10/12/2025).

Ia menekankan pentingnya kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun selama minimal 20 detik, terutama setelah mengganti popok, buang air, atau ketika anak batuk dan bersin. Kebersihan lepuhan pada anak yang terjangkit juga harus dijaga agar tidak terjadi infeksi tambahan.

Farida juga mengimbau agar orang tua menghindari kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan kotor serta rutin membersihkan barang-barang yang sering disentuh anak, seperti mainan, gagang pintu, hingga remote control.

“Anak harus dijauhkan dari kontak langsung dengan penderita, misalnya berpelukan atau berciuman, dan diajarkan etika batuk serta bersin,” tambahnya.

Meski umumnya ringan, Flu Singapura dapat menyebar luas di lingkungan balita seperti rumah, TPA, dan PAUD. Karena itu, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala seperti demam, sariawan, atau ruam dan lepuhan di tangan serta kaki.

“Kewaspadaan sangat diperlukan agar penularan dapat ditekan. Penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama pencegahan,” tegas Farida.(Not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pacitan Nihil Kasus Super Flu H3N2, Dinkes Imbau Warga Tak Panik

8 Januari 2026 - 22:09 WIB

Molamil Papa”, Inovasi Jemput Bola Nakes untuk Tingkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Daerah Terpencil

5 November 2025 - 09:14 WIB

Agar Aman dan Sehat, Penjamah Makanan MBG di Pacitan Dapat Pembekalan Higiene Sanitasi

26 Oktober 2025 - 19:37 WIB

Jaga Kualitas Makan Bergizi Gratis, BGN Gelar Bimtek Penjamah Makanan di Pacitan

25 Oktober 2025 - 16:48 WIB

Program STBM di Desa Tegalombo Pacitan Capai 75 Persen, Target Rampung 2026

22 September 2025 - 11:21 WIB

Trending di Kesehatan