Menu

Mode Gelap
Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan Simulasi Laka Air Warnai Peringatan HKB 2026 di Watu Mejo Mangrove Park Pacitan Peringati Hari Bumi, Sekolah Alam Pacitan Tanam 6.600 Mangrove di Watu Mejo Peringati Hari Bumi 2026, Warga Kiteran Tanam Ratusan Pohon Demi Selamatkan Sumber Air

Ekonomi

Harga Kebutuhan Pokok Naik Jelang Nataru, Pedagang Tak Berani Stok Barang

badge-check


 Harga Kebutuhan Pokok Naik Jelang Nataru, Pedagang Tak Berani Stok Barang Perbesar

PACITAN – lensapacitan.com, Memasuki periode liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah kebutuhan pokok di wilayah Pacitan mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini membuat sejumlah pedagang di Pasar Arjowinangun Pacitan memilih untuk tidak menambah stok barang, khawatir harga terus berfluktuasi.

Beberapa komoditas yang harganya melonjak tajam di antaranya telur ayam, daging ayam, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih. Telur ayam yang sebelumnya dijual seharga Rp 25 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Begitu pula dengan ayam potong yang mengalami kenaikan dari Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

“Kenaikan ini sudah terjadi sejak dua pekan terakhir,” ujar Muntasih, salah seorang pedagang di Pasar Arjowinangun, Kamis (19/12).

Kondisi serupa terjadi pada bumbu dapur. Bawang merah yang sebelumnya dihargai Rp 29 ribu per kilogram kini melonjak hingga Rp 40 ribu. Harga bawang putih juga naik dari Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai rawit yang seminggu lalu masih di kisaran Rp 30 ribu kini tembus Rp 40 ribu per kilogram.

Menurut Boyati, pedagang lainnya, kenaikan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Selain cuaca yang tidak menentu, banjir di Ponorogo turut menghambat suplai bumbu dapur ke wilayah Pacitan. “Sebagian besar cabai rusak karena hujan, sehingga gagal panen,” jelasnya.

Di tengah kenaikan harga, para pedagang memilih untuk tidak menyimpan stok barang dalam jumlah besar. “Kalau harga naik terus, kami khawatir rugi. Jadi kami hanya ambil stok yang cukup untuk kebutuhan harian,” kata Boyati.

Fenomena ini diprediksi akan terus berlanjut hingga mendekati puncak liburan akhir tahun. Pedagang berharap pasokan kembali normal dan harga dapat stabil agar daya beli masyarakat tidak menurun. (not)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Kelangkaan LPG 3 Kg di Pacitan Berlanjut, Antrean Panjang Mengular di Pangkalan

17 Maret 2026 - 13:47 WIB

Harga LPG 3 Kg Melebihi HET, Pemkab Pacitan Tak Berani Intervensi

17 Maret 2026 - 13:20 WIB

20.121 Penerima Bansos Desil 5 Terancam Dihapus, Skema PKH-BPNT 2026 Berubah

29 Januari 2026 - 21:48 WIB

Menjelang Nataru Dan Dampak MBG Harga Telur di Pacitan Meroket Hingga Rp30 Ribu per Kilogram 

11 Desember 2025 - 14:38 WIB

Trending di Ekonomi