Menu

Mode Gelap
Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas Satpol PP Pacitan Perkuat Kapasitas Pemberantasan Rokok Ilegal, Gandeng Bea Cukai Madiun Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan

Ekonomi

Harga Cabai Rawit di Pacitan Tembus 80 Ribu per kilogram

badge-check


PACITAN, lensapacitan.com, Tingginya intensitas hujan belakangan membuat kelangkaan bumbu dapur terjadi di Pacitan. Cabai rawait misalnya, dari biasa dijual Rp 30 hingga Rp 35 ribu saban kilonya kini meroket tembus Rp 80 ribu perkilo. Bahkan beberapa tengkulak ikut membatasi pembelian pedagang imbas kelangkaan barang. Banyak yang busuk kalau hujan jadi langka dari petaninya, ujar Heru Setiawan salah seorang pedagang bumbu dapur pasar Minulyo Pacitan. 

Kenaikan harga tersebut terjadi sepekan terakhir. Pun, perlahan mulai Rp 3 ribu hingga Rp 8 ribu rupiah saban harinya. Pun dia memprediksi, harga tersebut bakal terus melambung dalam beberapa hari kedepan. Imbas pembatasan pasokan dari tengkulak. Ambilnya dari Ponorogo kalau dari sini gak bisa penuhi, karena sama sulit, jelasnya. 
Lonjakan harga juga terjadi tomat, dari semula Rp 6 ribu kini naik dua kali lipat hingga Rp 12 ribu. Tak jauh berbeda dengan cabai, cuaca buruk dituding jadi dalang minimnya stok pangan tersebut. Kalau bawang dan bumbu lainnya mayoritas stabil, naik seribu dua ribu masih wajar, imbuhnya. 
Heru menambahkan, kenaikan harga tersebut sejatinya tak jadi kendala penjualan bumbu dapurnya. Sebaliknya, menurutnya kondisi pandemi justru jadi ancaman keberlangsungan pedagang di Pacitan. Pasalnya, dibanding tahun lalu angka penjualan di kiosnya kian merosot tajam. Di momen libur natal dan tahun baru lalu misalnya, di 2019 silam perputaran penjualan bumbu dapur capai puluhan juta saban harinya. Namun di 2020 lalu, pedagang nyaris rugi lantaran sepinya pembeli. (not/dw) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Kelangkaan LPG 3 Kg di Pacitan Berlanjut, Antrean Panjang Mengular di Pangkalan

17 Maret 2026 - 13:47 WIB

Harga LPG 3 Kg Melebihi HET, Pemkab Pacitan Tak Berani Intervensi

17 Maret 2026 - 13:20 WIB

20.121 Penerima Bansos Desil 5 Terancam Dihapus, Skema PKH-BPNT 2026 Berubah

29 Januari 2026 - 21:48 WIB

Menjelang Nataru Dan Dampak MBG Harga Telur di Pacitan Meroket Hingga Rp30 Ribu per Kilogram 

11 Desember 2025 - 14:38 WIB

Trending di Ekonomi