Menu

Mode Gelap
Bhayangkara SKP Pacitan Juara Kejuaraan Bola Voli U-17 Antar Klub 2026 Peringati HLUN dan Bulan E-TIBI Plus, Pemkab Pacitan Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas

Bencana Alam

60 Persen Wilayah Kebonagung Alami Kekeringan

badge-check

pacitan
KEBONAGUNG – lensapacitan.com, Musim kemarau yang melanda
wilayah Kabupaten Pacitan, membuat sejumlah wilayah dilanda kekeringan.
Kecamatan Kebonagung menjadi wilayah krisis air bersih lebih dari 60 persen.
Kondisi ini memaksa warga harus membeli air dan menunggu harapan bantuan air bersih
dari pemerintah daerah.
Hampir 4 bulan lamanya, wilayah Kecamatan Kebonagung,
Pacitan mengalami krisis air bersih. Sumber air yang ada mulai mengalami
penyusutan bahkan mengering.  Kondisi ini
memaksa warga harus menghemat kebutuhan air bersih. Kebonagung yang wilayahnya
di dominasi perbukitan menjadi salah satu wilayah langganan kekeringan. Bahkan
sesuai pemetaan, lebih dari 60 persen wilayahnya mengalami kekeringan.
“Karena letak geografis yang pegunungan, kebonagung adanya
sumber hanya disekitar pantai. dan hampir seluruh desa menalami kekeringan, yang
tidak itu ya hanya yang berada didataran rendah,” kata Sugeng widodo, Camat
Kebonagung.
Kecamatan Kebonagung menjadi wilayah tertinggi yang mengajukan
droping air bersih ke pemerintah daerah. Dari 17 desa yang ada, hanya 8 desa
yang tidak mengalami krisis air bersih. Hal ini memaksa sejumlah warga setempat
harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Selain
kondisi topografi perbukitan, kebonagung juga berada di daerah pesisir laut, sehingga
debit air sangat sulit didapat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk
memanfaatkan sumber air, yang bisa dialirkan ke pemukiman warga, bisa
menggunakan program Pamsimas atau yang lain,” tambahnya.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, pemerintah
melakukan droping air. Meski begitu, warga berharap adanya solusi jangka
panjang dari pemerintah.(not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Simulasi Laka Air Warnai Peringatan HKB 2026 di Watu Mejo Mangrove Park Pacitan

26 April 2026 - 21:21 WIB

Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan

10 Februari 2026 - 14:55 WIB

Bupati Pacitan Tinjau Rumah Warga Terdampak Gempa di Desa Menadi

6 Februari 2026 - 14:10 WIB

Warga Desa Kembang Latihan Tanggap Darurat Gempa dan Tsunami di Watu Mejo

25 September 2025 - 23:23 WIB

BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana di Pucangombo Tegalombo

23 September 2025 - 23:41 WIB

Trending di Bencana Alam