LENSA PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan menaikkan target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata menjadi Rp11,899 miliar pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2026. Target tersebut meningkat Rp1 miliar dibandingkan anggaran induk 2026 yang ditetapkan sebesar Rp10,899 miliar.
Kenaikan target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan. Terlebih, realisasi pendapatan dari sektor pariwisata hingga pertengahan September 2026 masih belum mencapai target yang ditetapkan.
Plt Sekretaris Disparbudpora Pacitan Erwanto mengatakan, realisasi PAD pariwisata hingga 13 September 2026 mencapai Rp8,369 miliar atau sekitar 70,24 persen dari target awal.
Meski demikian, pihaknya masih melihat sejumlah potensi pendapatan yang dapat dioptimalkan untuk mengejar target baru tersebut. Salah satunya melalui penataan pengelolaan kawasan camping di sejumlah destinasi wisata.
Selama ini, pemanfaatan lahan untuk aktivitas berkemah belum sepenuhnya menghasilkan pendapatan daerah. Karena itu, Disparbudpora mulai melakukan penataan sekaligus menerapkan pungutan sewa lahan camping bagi pengunjung.
Mulai 2026, pengunjung yang menggunakan fasilitas camping dikenai tarif Rp10 ribu per tenda. Kebijakan ini diharapkan dapat menambah penerimaan daerah dari potensi wisata yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Erwanto menjelaskan, penerapan tarif tersebut sebenarnya bukan merupakan kebijakan baru. Ketentuan mengenai pungutan sewa lahan camping telah diatur dalam peraturan daerah (perda), tetapi belum diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya.
Pihaknya kemudian mulai mencoba menerapkan pungutan tersebut pada 2026. Hasilnya, mulai terlihat peningkatan penerimaan dari aktivitas camping di kawasan wisata.
Selain sebagai upaya menambah PAD, penerapan tarif tersebut juga menjadi bagian dari penataan tata kelola kawasan camping agar pemanfaatan aset daerah dapat berjalan lebih optimal.
Di sisi lain, sejumlah destinasi wisata unggulan masih menjadi andalan Pemkab Pacitan dalam mendulang pendapatan daerah. Di antaranya Goa Gong, Pantai Klayar, serta Pemandian Air Hangat.
Dengan optimalisasi berbagai sumber penerimaan tersebut, Disparbudpora Pacitan berharap target PAD pariwisata sebesar Rp11,899 miliar pada 2026 dapat tercapai. Penataan pengelolaan destinasi dan pemanfaatan potensi yang selama ini belum tergarap menjadi salah satu langkah untuk mendukung pencapaian target tersebut.(Not)






