Menu

Mode Gelap
Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

Gaya Hidup

Inovasi EcoCycle Berbasis IoT–AI Diterapkan di Pacitan, Sinergi Perguruan Tinggi dan Industri Jawab Tantangan Sampah

badge-check


 Inovasi EcoCycle Berbasis IoT–AI Diterapkan di Pacitan, Sinergi Perguruan Tinggi dan Industri Jawab Tantangan Sampah Perbesar

Pacitan – Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri kembali melahirkan inovasi berbasis teknologi yang menjawab persoalan lingkungan. Melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas–Ajakan Industri, Institut Bisnis dan Teknologi (IBT) Pelita Indonesia bersama PT Decaaindo Surya Persada mengimplementasikan inovasi EcoCycle, sistem pengelolaan sampah cerdas berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), di Kabupaten Pacitan.

Sebagai pengembang riset, IBT Pelita Indonesia berperan dalam perancangan dan pengembangan EcoCycle dengan pendekatan akademik dan landasan ilmiah. Inovasi ini dirancang untuk merespons persoalan pengelolaan sampah yang kian kompleks, terutama di wilayah pesisir dan kawasan permukiman.

“EcoCycle dikembangkan sebagai solusi berbasis riset untuk pengelolaan sampah yang lebih terukur, adaptif, dan berkelanjutan. Pemanfaatan IoT dan AI memungkinkan pengumpulan data secara real-time, mulai dari volume hingga jenis sampah,” ujar perwakilan IBT Pelita Indonesia.

Teknologi tersebut memungkinkan proses analisis data yang kemudian disajikan dalam bentuk informasi analitik sebagai dasar pengambilan keputusan, baik bagi pengelola maupun pemangku kebijakan daerah.

Sementara itu, PT Decaaindo Surya Persada berperan penting dalam proses hilirisasi riset agar inovasi tidak berhenti pada tataran konsep. Peran industri meliputi pendampingan teknis, pengujian di lapangan, hingga penyempurnaan sistem agar sesuai dengan kondisi operasional di daerah.

Pimpinan PT Decaaindo Surya Persada, Aditya Prihantara, menegaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam menjembatani riset akademik dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa riset dari kampus bisa diterapkan langsung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pengelolaan sampah yang berbasis data dan teknologi,” kata Aditya.

Saat ini, EcoCycle telah diimplementasikan di 25 titik strategis di Kabupaten Pacitan, dengan fokus pada pengelolaan sampah anorganik. Penerapan sistem ini memungkinkan pengelolaan sampah dilakukan secara lebih efektif, terpantau, dan berbasis data.

Pihak IBT Pelita Indonesia menambahkan, keterlibatan industri memperkuat proses implementasi hasil riset agar benar-benar menjawab kebutuhan daerah.

“Kami berharap EcoCycle dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan industri dalam mendukung hilirisasi riset serta pembangunan lingkungan berbasis teknologi,” ujarnya.

Melalui sinergi ini, inovasi EcoCycle diharapkan mampu menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pacitan. (not)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila

26 Juni 2026 - 19:50 WIB

PCNU Pacitan Gandeng RSU Medical Mandiri Gelar Pengobatan Gratis di Harlah NU

9 Februari 2026 - 08:40 WIB

Grand Launching di Museum SBY–Ani, dr. Warkim Satukan Buku, Inovasi, dan Pengabdian untuk Pacitan

12 Januari 2026 - 20:43 WIB

106 Anak Pacitan Ikuti Khitan Massal Baznas dengan Metode Modern

19 November 2025 - 12:58 WIB

Belum Cair, Cek Rp3 Miliar Milik Tarman Hilang “Ketlisut”

6 November 2025 - 13:50 WIB

Trending di Gaya Hidup