Menu

Mode Gelap
Goed President Hotel Pacitan: Era Baru Pariwisata Pacitan Dimulai! Isu Korupsi Mencuat, PMII Minta Polres dan Polda Ungkap Perkembangan Kasus  Sebagian Sekolah di Pacitan Belum Kebagian Smartboard, Distribusi Masih Berproses 45 Desa di Pacitan Terancam “Gigit Jari”, Dana Desa Tahap II Gagal Cair Sopir Mengantuk, Truk Hino Hantam Tebing di Jalur Tegalombo Program MBG Buka Lapangan Kerja, Warga Pacitan Kini Punya Pekerjaan Tetap

HUT RI 80

Stand Tempo Dulu di Gemahharjo, Cara Unik Peringati HUT RI ke-80

badge-check


 Stand Tempo Dulu di Gemahharjo, Cara Unik Peringati HUT RI ke-80 Perbesar

Pacitan – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tahun 2025 tak hanya diramaikan dengan lomba-lomba dan bazar UMKM seperti biasanya. Di Desa Gemahharjo, Kecamatan Tegalombo, Pacitan, warga menghadirkan suasana berbeda dengan membuka stand atau bazar bernuansa tempo dulu.

Bertajuk Gemah Tempo Dulu, konsep ini sengaja diangkat untuk mengingatkan generasi muda pada kehidupan masyarakat masa lampau yang kini perlahan mulai terlupakan. Kepala Desa Gemahharjo, Harmanto, menjelaskan bahwa ide tersebut muncul dari keinginan untuk menghadirkan kembali suasana desa pada masa lalu, termasuk makanan, peralatan, hingga cara berdagang masyarakat kala itu.

“Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, generasi muda sedikit demi sedikit melupakan kisah terdahulu. Maka melalui bazar ini, kami mencoba mengangkat kembali bahwa seperti inilah suasana Gemahharjo pada waktu itu. Ada kenyamanan, kedamaian, dan kekhasan tersendiri,” ungkapnya Senin (18/8/2025).

Di stand-stand tersebut, pengunjung bisa menemukan beragam kuliner tradisional seperti botok, lontong, kolong, nasi tiwul, utri, bintul, getas telo, nasi jagung, opak, hingga tape singkong. Semua sajian dimasak menggunakan tungku kayu bakar, menambah kesan autentik suasana tempo dulu.

Tak hanya makanan, berbagai barang klasik juga dipamerkan, seperti radio jadul, lampu petromak, hingga peralatan rumah tangga tradisional. Ornamen stand dibuat dari bambu dengan atap jerami dan daun kelapa. Para penjaja makanan pun tampil mengenakan pakaian tradisional, seperti jarik dan kebaya kutu baru.

Plt Camat Tegalombo, Edy Wasana, yang hadir dalam pembukaan bazar, mengapresiasi gagasan tersebut. Menurutnya, konsep ini tidak hanya menambah semarak peringatan HUT RI, tetapi juga menghadirkan nostalgia tentang kehidupan masa lampau.

“Ini kembali mengingatkan kita bahwa kemerdekaan bukan sekadar mengenang perjuangan melawan penjajah, tetapi juga mengenang bagaimana kehidupan para pendahulu kita setelah merdeka,” jelas Edy.

Usai membuka bazar, Edy berkeliling stand sambil mencicipi berbagai makanan tradisional dan menyeruput kopi kletis asli buatan masyarakat Gemahharjo. (not)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gerimis Tak Surutkan Antusiasme Peserta Jalan Santai Sobat Dewan

29 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Ratusan Siswa Meriahkan Pentas Seni Tari Remong dan Kethek Ogleng di Nawangan

18 Agustus 2025 - 12:50 WIB

Tayuban Gedhen Padati Alun-Alun Donorojo

18 Agustus 2025 - 01:25 WIB

Donorojo Gebyar Pawai Taaruf: HUT RI ke-80 Semarak dengan Kreasi Siswa

18 Agustus 2025 - 01:20 WIB

Semarak HUT RI ke-80, Petani se-Kecamatan Bandar Asah Wawasan Lewat Lomba Cerdas Cermat

17 Agustus 2025 - 13:38 WIB

Trending di HUT RI 80