Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Headline

Semangat Nadjua di Hari Pertama Sekolah Rakyat: Ingin Jadi Polwan, Suyitno Bahagia Cucu Bisa Sekolah Gratis

badge-check


 Semangat Nadjua di Hari Pertama Sekolah Rakyat: Ingin Jadi Polwan, Suyitno Bahagia Cucu Bisa Sekolah Gratis Perbesar

Pacitan – Hari pertama masuk Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA 23) Pacitan disambut antusias oleh para siswa. Salah satunya Nadjua Tihta Nadia Wardhani, 15 tahun, siswa asal Desa Sawahan, Kecamatan Donorojo.

Sejak pagi, Nadjua sudah tiba di Gedung Karya Dharma, lingkungan Pendopo Kabupaten Pacitan, lokasi awal tes kesehatan dan kebugaran sebelum melakukan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ia datang bersama keluarga yang mengantarnya.

“Senang banget, hari pertama masuk bisa ketemu teman-teman dari desa dan kecamatan lain se-Kabupaten Pacitan. Tadi diantar sama keluarga,” ujarnya usai menjalani pemeriksaan kesehatan Senin (14/7/2025)

Lulusan SMPN 2 Donorojo ini menilai fasilitas Sekolah Rakyat cukup lengkap dan sistem keamanannya baik. Gadis ini memiliki cita-cita besar setelah lulus dari SRMA 23 Pacitan.

“Setelah lulus, saya ingin melanjutkan sekolah ke jurusan hukum dan menjadi Polwan,” imbuhnya.

Dukungan terhadap program Sekolah Rakyat juga datang dari kalangan masyarakat. Suyitno, warga Dusun Kepek, Desa Sudimoro, Kecamatan Sudimoro, merasa bersyukur karena cucunya, Arya Dinendra, bisa mengikuti program tersebut.

“Sejak ibunya meninggal, Arya tinggal bersama saya. Mendengar ada program ini, saya langsung daftarkan dia. Kalau sekolah umum, biayanya besar, sedangkan kami tidak mampu,” ungkap Suyitno.

Ia mengatakan, di desanya banyak anak putus sekolah setelah lulus SMP karena alasan ekonomi.

“Banyak yang berhenti sekolah di tengah jalan karena biaya besar. Program ini sangat membantu warga kecil seperti kami,” katanya.

Suyitno berharap cucunya bisa menjadi anak yang cerdas dan kelak dapat membantu kakek-neneknya yang telah lanjut usia. Saat ini, Arya juga turut merawat neneknya yang sedang sakit stroke.

Masa pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa SRMA 23 Pacitan akan berlangsung selama sepekan ke depan sebelum mereka mulai tinggal di asrama dan mengikuti kegiatan pembelajaran secara penuh.

Sekolah Rakyat merupakan implementasi nyata dari gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam menjamin akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi kalangan tidak mampu, daerah terpencil, dan kelompok rentan pendidikan. (Not)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jembatan Harapan di Sungai Kalisat

6 Maret 2026 - 10:08 WIB

Ketua dan Pengurus KONI Pacitan Periode 2025–2029 Resmi Dilantik, Usung Semangat “KONI Bisa, Pacitan Juara

8 Februari 2026 - 10:31 WIB

Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Hambat Lalu Lintas Pacitan–Ponorogo

1 Januari 2026 - 19:36 WIB

Mengusung Tema “Sluman Slumun Slamet”, Festival Rawat Jagat 4 Resmi Dibuka Wabup Pacitan

24 November 2025 - 20:35 WIB

Anggaran Rp 565 Miliar Digelontorkan, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Pacitan Segera Dimulai

19 November 2025 - 19:53 WIB

Trending di Headline