Menu

Mode Gelap
Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas Satpol PP Pacitan Perkuat Kapasitas Pemberantasan Rokok Ilegal, Gandeng Bea Cukai Madiun Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan

Bencana Alam

Pemkab Pacitan Maksimalkan Fungsi SPAM untuk Tangani Kekeringan

badge-check


 Pemkab Pacitan Maksimalkan Fungsi SPAM untuk Tangani Kekeringan Perbesar

Pacitan – Pemerintah Kabupaten Pacitan terus berupaya mengatasi dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah, salah satunya melalui optimalisasi Penyediaan Sistem Air Minum (SPAM). Selain membangun infrastruktur baru, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk memperluas dan meningkatkan fungsi SPAM yang telah ada.

Salah satu realisasi program ini terlihat di Desa Wonosidi, Kecamatan Tulakan. Pemerintah menggelontorkan anggaran sekitar Rp 134 juta dari APBD 2024 untuk memperluas cakupan layanan SPAM di wilayah tersebut.

“Untuk perluasan SPAM di Desa Wonosidi didanai APBD tahun 2024,” ujar Tony Setyo Nugroho, Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Air Minum DPUPR Pacitan, kepada wartawan.

Tony menjelaskan, perluasan ini bertujuan untuk mengoptimalkan distribusi air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Dengan demikian, kebutuhan dasar warga akan air dapat terpenuhi, terutama saat musim kemarau panjang.

“Mengoptimalkan fungsi SPAM agar manfaatnya lebih dirasakan oleh masyarakat yang mengalami krisis air bersih,” tambahnya.

Fokus Penanganan Krisis Air Bersih

Krisis air bersih yang dirasakan sebagian masyarakat menjadi perhatian serius Pemkab Pacitan dalam tiga tahun terakhir. Secara bertahap, pemerintah berkomitmen menyediakan akses air bersih yang memadai bagi warga terdampak.

Joko Harijanto, Camat Tulakan, mengapresiasi langkah pemerintah tersebut. Menurutnya, program ini sangat membantu warga Desa Wonosidi yang selama ini kesulitan mendapatkan air saat musim kemarau.

“Penyediaan air minum ini mudah-mudahan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Desa Wonosidi,” ungkap Joko.

Selain menggunakan anggaran APBD, Pemkab Pacitan juga memaksimalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk penanganan air bersih. Upaya ini merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka.

Melalui langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat terdampak kekeringan di Pacitan dapat merasakan manfaat nyata dari program pemerintah dalam mengatasi krisis air bersih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Simulasi Laka Air Warnai Peringatan HKB 2026 di Watu Mejo Mangrove Park Pacitan

26 April 2026 - 21:21 WIB

Anggota Polisi di Pacitan Peringati HPN 2026 dengan Aksi Sosial Bersama Wartawan

10 Februari 2026 - 14:55 WIB

Bupati Pacitan Tinjau Rumah Warga Terdampak Gempa di Desa Menadi

6 Februari 2026 - 14:10 WIB

Warga Desa Kembang Latihan Tanggap Darurat Gempa dan Tsunami di Watu Mejo

25 September 2025 - 23:23 WIB

BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana di Pucangombo Tegalombo

23 September 2025 - 23:41 WIB

Trending di Bencana Alam