Menu

Mode Gelap
Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas Satpol PP Pacitan Perkuat Kapasitas Pemberantasan Rokok Ilegal, Gandeng Bea Cukai Madiun Modern Bridal Make Up Jadi Panggung Unjuk Skill Lulusan TKKR SMKN 1 Pacitan

Ekonomi

Peternak Sapi Perah di Tegalombo Sambut Baik Program Makan Siang Gratis, Peluang Besar Tingkatkan Nilai Jual Susu

badge-check


 Peternak Sapi Perah di Tegalombo Sambut Baik Program Makan Siang Gratis, Peluang Besar Tingkatkan Nilai Jual Susu Perbesar

Tegalombo – lensapacitan.com, Wacana program makan siang gratis yang digulirkan pemerintah pusat mendapat respons positif dari kalangan petani dan peternak, khususnya di wilayah Kecamatan Tegalombo, Pacitan.

Program ini dinilai sebagai peluang besar untuk meningkatkan nilai jual susu sapi yang dihasilkan oleh peternak setempat. Selain itu, pengolahan susu sapi yang akan dibagikan dalam program tersebut juga berpotensi melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satunya adalah Gayem, peternak asal Desa Gemaharjo, Tegalombo. Ia memiliki puluhan sapi perah yang produktif. Menurutnya, program makan siang gratis akan berdampak positif bagi peternak, terutama dalam meningkatkan harga jual susu sapi. “Program ini bisa meningkatkan harga jual susu di tingkat peternak,” katanya.

Menurut kepala desa Gemaharjo, Harmanto populasi sapi perah yang cukup besar, mencapai 600 ekor. Dari jumlah tersebut, sapi perah produktif mampu menghasilkan sekitar 7.200 liter susu setiap harinya. 

Pemasaran susu dari Desa Gemaharjo pun telah terjamin melalui kemitraan dengan distributor Nestlé, salah satu produsen susu terbesar di Indonesia. “Dampak ekonominya sangat menjanjikan, dengan perputaran ekonomi mencapai Rp 100-150 juta per bulan,”katanya.

Baca Juga: Potensi Kakao Desa Wonoanti, Mampu Produksi Dua Ton Dalam Sebulan

Camat Tegalombo, Nur Subhan, menyatakan bahwa selain Desa Gemaharjo, beberapa desa lain di Kecamatan Tegalombo juga menjadi sentra peternakan sapi perah, termasuk Desa Ploso, Tahunan, dan Tahunan Baru. Berdasarkan data pemerintah kecamatan, terdapat sekitar 600 peternak sapi perah di wilayah tersebut, dengan populasi sapi mencapai 1.000 ekor. 

“Karena dirasa lebih menguntungkan, warga ini membeli sendiri sapi perah, mengembangkan hingga ada yang punya belasan hingga puluhan sapi,” ujar Subhan.

Program makan siang gratis ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi peternak di wilayah tersebut untuk terus meningkatkan produksi susu, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. (not) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Kelangkaan LPG 3 Kg di Pacitan Berlanjut, Antrean Panjang Mengular di Pangkalan

17 Maret 2026 - 13:47 WIB

Harga LPG 3 Kg Melebihi HET, Pemkab Pacitan Tak Berani Intervensi

17 Maret 2026 - 13:20 WIB

20.121 Penerima Bansos Desil 5 Terancam Dihapus, Skema PKH-BPNT 2026 Berubah

29 Januari 2026 - 21:48 WIB

Menjelang Nataru Dan Dampak MBG Harga Telur di Pacitan Meroket Hingga Rp30 Ribu per Kilogram 

11 Desember 2025 - 14:38 WIB

Trending di Ekonomi