Menu

Mode Gelap
Bhayangkara SKP Pacitan Juara Kejuaraan Bola Voli U-17 Antar Klub 2026 Peringati HLUN dan Bulan E-TIBI Plus, Pemkab Pacitan Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC Warga Wonoanti Resah, Pencurian Porang dan Ayam Kampung Marak Terjadi Ratusan Pramuka Penggalang Meriahkan FBGC ke-14 Tingkat Kabupaten Pacitan OPEN SUBMIT! Lomba Bercerita “Untuk Bumi Kita” Tingkat Nasional Resmi Dibuka BLT DBHCHT Pacitan Dipastikan Tepat Sasaran, Buruh Tani Tembakau Jadi Prioritas

Headline

Simulasi hingga Penyuluhan dilakukan Rumah Zakat Dalam Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana

badge-check


PACITAN – lensapacitan.com, Jelang libur lebaran, Puluhan warga kelompok Jangkar Segoro Kidul pengelolaan wisata Watu Mejo Mangrove Park, Desa Kembang Pacitan mulai bersiap. Mereka mempersiapkan lapak jualannya. Namun mereka sontak berhamburan setelah ada bunyi sirine dan kentongan tanda ada  gempa kekuatan besar dan berpotensi Tsunami. 

Warga yang didominasi kaum ibu ini berlari menuju titik aman melewati jembatan wisata. Anak-anak pun harus digendong oleh ibunya menuju titik aman. Bahkan sejumlah warga mengalami luka akibat gempa tersebut. Lansia dan penyandang disabilitas harus ditandu oleh petugas PMI dan TRC BPBD Kabupaten Pacitan



“Tepat tanggal 26 april yaitu peringatan Hari Bencana Nasional, kami Rumah Zakat melakukan simulasi dan juga penyuluhan terkait dengan kebencanaan lebih fokusnya terhadap penanganan bencana, ” Kata Indar Siswoyo Relawan Rumah Zakat Action. 
Yang dilibatkan lanjut Indar adalah warga binaan Rumah Zakat yang merupakan pengelola wisata Watu Mejo Mangrove Park. 
“Kita libatkan dua kelompok yaitu kelompok Jangkar Segoro Kidul dan kelompok masyarakat Anyelir, “lanjutnya.



Kaum ibu yang banyak dilibatkan pada simulasi kali ini bukan tanpa alasan. Peran ibu dalam rumah keluarga terbukti mampu menjadi penolong bagi anggota keluarga yang lain. Perempuan justru lebih peduli terhadap keselamatan anggota keluarga dibading laki-laki//
“Salah satu tema pada Hari kesiapsiagaan  bencana nasional tahun ini adalah membuat perempuan tangguh, yaitu diharapkan  ibu-ibu  menjadi manager yang  memiliki peranan penting dalam hal kesiapsiagaan bencana, ” Pungkasnya. 
Tak hanya melakukan simulasi warga mendapatkan pengetahuan mitigasi bencana  dari PMI kabur Pacitan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pacitan. Mengingat  desa Kembang berada di wilayah pesisir yang berpotensi terjadi bencana banjir, terjangan gelombang tinggi, hingga bencana Tsunami.  (Not) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jembatan Harapan di Sungai Kalisat

6 Maret 2026 - 10:08 WIB

Ketua dan Pengurus KONI Pacitan Periode 2025–2029 Resmi Dilantik, Usung Semangat “KONI Bisa, Pacitan Juara

8 Februari 2026 - 10:31 WIB

Hujan Deras dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Hambat Lalu Lintas Pacitan–Ponorogo

1 Januari 2026 - 19:36 WIB

Mengusung Tema “Sluman Slumun Slamet”, Festival Rawat Jagat 4 Resmi Dibuka Wabup Pacitan

24 November 2025 - 20:35 WIB

Anggaran Rp 565 Miliar Digelontorkan, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Pacitan Segera Dimulai

19 November 2025 - 19:53 WIB

Trending di Headline