Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Kebudayaan

Eling lan Waspodo, Festival Rawat Jagat ke-3 Siap Digelar di Pacitan

badge-check


 Eling lan Waspodo, Festival Rawat Jagat ke-3 Siap Digelar di Pacitan Perbesar

Pacitan – lensapacitan.com, Festival Budaya Rawat Jagat akan kembali digelar untuk ketiga kalinya di Kabupaten Pacitan pada 21 September 2024. Acara ini diinisiasi oleh Yayasan Konsorsium Kangen Pacitan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pacitan, dengan tujuan melestarikan seni, tradisi, serta menjaga alam dan lingkungan, sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat setempat melalui pelibatan usaha kecil menengah (UMKM).

 

“Pacitan perlu mencuri perhatian dengan mengadakan event kebudayaan seperti Rawat Jagat ini. Harapannya, banyak orang datang ke Pacitan yang akan meningkatkan pendapatan dan ekonomi masyarakat secara tidak langsung,” ujar Abdillah Yusuf dari Konsorsium Kangen Pacitan.

 

Seniman lokal, Triyono, menambahkan bahwa Rawat Jagat menjadi ajang pelengkap kegiatan kebudayaan di Pacitan sekaligus wadah bagi potensi masyarakat yang belum dikenal luas. “Ini juga sarana pembelajaran bagi generasi muda agar peduli, merawat, dan memperkenalkan kekayaan budaya Pacitan ke dunia luar,” ungkapnya.

 

Tema yang diangkat pada Rawat Jagat 2024 adalah “Eling lan Waspodo” (Ingat dan Waspada), sebagai ajakan bagi masyarakat untuk menjaga keharmonisan hidup, alam, serta selalu waspada terhadap potensi ancaman, baik bencana alam maupun sosial. “Tema ini merupakan ajaran leluhur agar kita selamat dari berbagai marabahaya,” jelas Yusuf. Festival ini juga menjadi bagian dari implementasi kurikulum merdeka bagi anak-anak sekolah yang turut tampil dalam pertunjukan seni.

 

Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, menyampaikan apresiasinya atas konsistensi Konsorsium Kangen Pacitan dalam menyelenggarakan festival ini. Menurutnya, Rawat Jagat merupakan upaya menjaga kelestarian seni, tradisi, dan budaya Pacitan serta sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rahmat Tuhan bagi bumi Pacitan. Ia juga berharap acara ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat melalui partisipasi UMKM.

 

Salah satu daya tarik dari Festival Rawat Jagat 2024 adalah penampilan tari Keling dari Dusun Batu Lapak, Kali Pelus, yang hampir punah. Seni tradisi ini akan dihidupkan kembali dalam festival.

 

“Silakan datang ke Pacitan pada 21 September mendatang dan nikmati beragam pertunjukan seni dan tradisi kami,” pungkas Indrata Nur Bayuaji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keris Pusaka Presiden Prabowo Ramaikan Gelar Budaya Luwung Pacitan

4 Februari 2026 - 20:16 WIB

Hari Kedua Peringatan HUT RI ke-80 di Desa Gegeran Meriah, Camat Arjosari Apresiasi Kekompakan Warga

25 Agustus 2025 - 00:05 WIB

Festival Kenthong Aji 2025, Sudimoro Hidupkan Tradisi dan Ekonomi Rakyat

21 Agustus 2025 - 10:39 WIB

Festival Ronthek Pacitan 2025 Usai, Serap Anggaran Rp 410 Juta, Ini daftar Juaranya

8 Juli 2025 - 18:54 WIB

Pring Sedhapur’ Tulakan Usung Tema Gerhana Bulan, Sajikan Atraksi Sarat Nilai

8 Juli 2025 - 18:04 WIB

Trending di Kebudayaan