Menu

Mode Gelap
AHY Gaungkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Kepala Bappilu Demokrat: Lingkungan Bersih adalah Magnet Investasi Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi BPBD Pacitan Minta Donatur dan Relawan Koordinasi Sebelum Droping Air Bersih Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah Air Telaga Kembeng Surut, Warga Ketro, Pacitan Berburu Ikan Nila Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

Ekonomi

Penutupan Pasar Hewan di Pacitan Akibat PMK, Dodik Prahcoyo: Belum Jadi Solusi Tepat

badge-check


 Penutupan Pasar Hewan di Pacitan Akibat PMK, Dodik Prahcoyo: Belum Jadi Solusi Tepat Perbesar

PACITAN – Penutupan pasar hewan akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi menjadi sorotan anggota Komisi I DPRD Pacitan, Dodik Prahcoyo. Menurutnya, kebijakan tersebut belum mampu memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi dampak wabah.

Penutupan pasar hewan tak hanya menghentikan aktivitas jual beli sapi, tetapi juga kambing dan hewan ternak lainnya. Situasi ini berdampak besar pada petani dan pedagang yang menggantungkan hidupnya pada perdagangan hewan ternak.

“Makanya, penutupan pasar itu belum menjadi solusi yang tepat,” ujar Dodik Prahcoyo, anggota DPRD Pacitan dari Fraksi PKB, pada Kamis (23/1).

Ia menekankan perlunya pendampingan yang lebih kuat dari pihak terkait untuk para petani. “Saat ini, petani membutuhkan penyuluhan yang dapat menguatkan mental mereka. Perlu koordinasi intensif dengan dinas terkait untuk mendukung langkah-langkah seperti vaksinasi, penyuluhan, hingga edukasi,” imbuhnya.

Menurut Dodik, komunikasi yang baik antara pemerintah, dinas terkait, dan para petani harus terus dibangun. Selain itu, petani juga diharapkan lebih aktif dan kooperatif dalam menjalankan program-program penanggulangan PMK.

“Semua pihak harus bekerja sama agar target dan kesuksesan dalam menanggulangi wabah PMK ini dapat tercapai,” tegas Dodik. (not)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Satu SPPG di Pacitan Kantongi KKPR, Puluhan Dapur MBG Sudah Beroperasi

29 Juni 2026 - 18:56 WIB

Harga Telur di Pacitan Anjlok, Peternak Lokal Kelimpungan Dihantam Pasokan dari Luar Daerah

29 Juni 2026 - 18:49 WIB

Berawal dari 170 Baglog, Pasutri di Wonoanti Pacitan Kini Kelola 25 Ribu Baglog Jamur Tiram

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Dua SPPG di Pacitan Masih Disuspend, Tunggu Verifikasi Pusat

26 Juni 2026 - 19:38 WIB

Polisi Amankan Antrean LPG 3 Kg di Pacitan, Antisipasi Rebutan Gas Melon

17 Maret 2026 - 14:18 WIB

Trending di Ekonomi